Dosen Poltesa Olah Limbah Tahu Jadi Nata

KEMAS. Tim dan mitra PKM saat melakukan pengemasan Nata De Soya yang terbuat dari limbah tahu dan kemudian siap dipasarkan. (SAIRI/RK)

eQuator.co.id – SAMBAS-RK. Mendengar produk makanan nata, tentu kita langsung terbayang makanan yang terbuat dari hasil fermentasi air kelapa yang berbentuk menyerupai jelly (nata de coco). Namun di Kabupaten Sambas, dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) akhirnya berhasil mengelola air limbah tahu, menjadi produk makanan yang mereka beri nama Nata De Soya.

Mereka adalah Andi Maryam, S.Si, M.Pd sebagai ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Dian Sari SP. MM sebagai anggota yang keduanya merupakan Dosen Jurusan Agribisnis.

Dalam PKM ini  juga dibantu ataupun didukung oleh dua mahasiswa program studi Pengembangan Produk Agroindustri yakni Sintya dan Ami.

Ketua TIM PKM Andi Maryam S.Si, M.Pd mengatakan ide awal pembuatan nata de soya ini berawal pada saat monitoring evaluasi (monev) kegiatan praktik industri mahasiswa tahun 2018 di industri tahu tempe milik Sulaiman yang beralamat di desa Dalam Kaum kecamatan Sambas.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemilik industri adalah limbah cair tahu di sekitar lokasi industri menimbulkan bau tak sedap. Berawal dari persoalan inilah kami mengadakan PKM,” katanya. Rabu (28/8).

Tim PKM mengadakan pelatihan pembuatan nata de soya dimulai 8 Agustus 2019 kemudian pemeraman (inkubasi) selama 9 hari, dan pada 17 Agustus 2019 melakukan panen nata selanjutnya pengemasan dilakukan pada 19 Agustus 2019 di lokasi PKM di desa Dalam Kaum kecamatan Sambas.

“Nata De Soya barangkali masih jarang dikenal oleh masyarakat Sambas, bahkan pemilik industri sendiri tidak mengetahui jika limbah cair tahu bisa diolah menjadi nata,” ungkapnya.

“Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan nata de soya ini berupa limbah cair tahu (whey), dengan penambahan bahan lainnya seperti gula pasir, asam cuka, ammonium sulfat, serta bibit bakteri Acetobacter xyllinum” tambahnya.

Pembuatan nata de soya ini akan terus  didampingi hingga produksi lancar dan pasarnya semakin luas. Kemudian akan mendorong izin PIRT, karena bagaimanapun juga produk ini harus memenuhi standar keamanan pangan.

“Alhamdulillah berkat kerjasama yang luar biasa dari mitra menjadi faktor pendukung suksesnya PKM ini, sehingga nata de soya ditawarkan melalui media sosial dan langsung laris terjual, bahkan mitra mulai banjir oderan untuk produksi selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara Dian Sari anggota TIM PKM mengatakan proses pengolahan nata de soya akan terus didampingi bahkan akan dibantu dalam pemasarannya.

“Kita berharap ke depan nata de soya yang diproduksi oleh mitra kita dapat dipasarkan secara luas dengan aneka olahan dan teknik pengemasan yang lebih menarik,” ungkapnya.

Kemudian Mitra PKM, Sugiyati mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Ibu Andi Maryam dan ibu Dian Sari yang telah sudi membagi ilmunya.

“Awalnya kami tidak percaya jika limbah cair tahu ini bisa diolah menjadi nata, tetapi ternyata ketika sudah mencicipi, rasanya benar-benar enak, sama dengan nata yang biasa dibeli di toko-toko. Kami sangat terkesan dengan adanya pelatihan sekaligus pendampingan mengolah limbah cair tahu ini menjadi nata. Semoga nata de soya dapat menjadi produk uggulan dari industri kami selain tahu dan tempe,” ungkapnya.

Sulaiman juga berharap ke depan nata de soya bisa olah dan dipasarkan sebagai produk tambahan dari industri yang ada saat ini (tahu dan tempe).

“Dengan begitu kami dapat mengurangi pembuangan limbah cair tahu,” ujarnya.

Mahasiswa yang ikut membantu PKM ini Ami, merasa beruntung karena bisa berkontribusi dan membantu masyarakat secara langsung dan bisa menambah ilmu pengetahuan terutama mengenai pembuatan nata de soya ini.

TIM PKM mengucapkan sedalam-dalamnya atas kerjasama mitra hingga PKM ini berjalan lancar, juga kepada mahasiswa yang terlibat selama kegiatan, baik tim PKM yaitu Ami dan Sintya, maupun mahasiswa lainnya yaitu Nabila dan Sanertin. Semoga menjadi berkah bagi kita semua.

“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Sambas, yang telah memberikan dukungan hingga terselenggaranya kegiatan PKM ini, dan melaksanakan monev lapangan yakni Ibu Winda Apriani, S.T., M.Eng. beserta rekan dosen Ibu  Ellys Mei Sundari, S.Pd., M.Si., Ibu Delyanet, S.Si, M.Par, dan Bpk Janiarto, S.Si, M.Par yang bersedia hadir ikut berpartisipasi pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (Sai)