Bupati: Yang Beli Pakai Jeriken Dilayani Belakangan

Resmikan SPBU Semeruduk

46
RESMIKAN SPBU. Bupati Jarot Winarno ketika meresmikan SPBU Semeruduk di Ketungau Hilir, Sintang, Kamis (11/1). Peresmian ditandai dengan penekenan prasasti dan pengisian perdana BBM kendaraan roda dua. Humas Pemkab Sintang for Rakyat Kalbar

eQuator.co.idSintang-RK. Program satu harga bahan bakar minyak (BBM) besutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai juga ke Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang. Tepatnya di Desa Batu Nyadi. Di sana, telah didirikan SPBU Semeruduk yang Kamis (11/1) sore diresmikan Bupati Jarot Winarno.

“Pembangunan SPBU untuk memenuhi dan meringankan beban kebutuhan masyarakat dalam hal pembelian bahan bakar,” tutur Jarot dalam sambutannya.

Peresmian SPBU Semeruduk itu ditandai dengan penekenan prasasti dan pengisian bahan bakar kendaraan roda dua oleh bupati. Ia didampingi sejumlah anggota DPRD Sintang dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Bupati meyakini, dengan hadirnya SPBU ini dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam hal pembelian bahan bakar. “Ini akan bermanfaat kepada masyarakat, saya minta pihak SPBU utamakan masyarakat yang membeli bahan bakar secara langsung, kalau yang pakai jeriken itu nanti dulu lah,” pintanya.

Ia juga meminta Pertamina membangun SPBU di wilayah dekat dengan perbatasan negara. Kalau bisa, di Pintas Keladan dibuatkan satu SPBU.

“Kemudian di Desa Belubu dibuatkan satu SPBU, agar masyarakat bisa menikmati bahan bakar minyak yang berkualitas dengan harga yang murah, tidak eceran yang dalam botol lagi,” terang Jarot.

Dengan hadirnya SPBU di wilayah Ketungau ini, para pekerja di kebun sawit setempat akan mudah membeli kebutuhan bahan bakar kendaraannya. “Bayangkan kalau industri perkebunan membeli solar dengan harga industri yang belinya di Sintang, akan menambah biaya yang besar, tapi dengan adanya SPBU Semeruduk ini, mereka cukup beli di sini dengan harga distribusi lebih murah ketimbang beli di Ibukota Kabupaten Sintang,” papar bupati.

Jadi, sambung dia, dengan hadirnya SPBU di wilayah pelosok ini, pembangunan infrastruktur yang terus berjalan dapat diimbangi. Saat ini, jalan paralel perbatasan sepanjang 90 Km sudah dilatasir.

“15 Km sudah diaspal, kemudian ruas jalan Sintang-Semubuk-Balai Sepuak itu sudah status jalan Provinsi, artinya Pemerintah Kabupaten Sintang tetap membangun dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Sintang,” tukas Jarot.

Imbuh dia, “Kita ingin membangun dari pinggiran, kita ingin negara hadir di tengah-tengah masyarakat, agar kita dapat bersama-sama membangun daerah kita untuk lebih maju lagi”.

Di tempat yang sama, Kepala Pertamina Cabang Kalbar-Kalteng, Teuku Johan meminta SPBU dijaga bersama-sama. Sebab, dari segi keamanan, SPBU berisiko tinggi.

“Yang paling ringan untuk kita lakukan adalah tidak merokok di lingkungan SPBU. Selama pengisian bahan bakar, mesin kendaraan dimatikan, dan jangan main handphone saat melakukan pengisian. Kadang-kadang kita merasa hal ini sepele,” pesan Johan.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Nyadi, Insun mengatakan, kehadiran SPBU ini akan mempermudah masyarakatnya. Ia yakin perekonomian di Batu Nyadi akan meningkat. (Humas Pemkab Sintang)