Beli Nasi Goreng, Petugas KSOP Ditemukan Tewas

JASAD KORBAN. Polisi membawa mayat H. Turlis Taat ke RSUD Agoesdjam Ketapang, Senin (15/8). JAIDI CHANDRA

eQuator.co.id – Ketapang-RK. Sempat dinyatakan hilang, Minggu (14/8) malam, H. Turlis Taat, petugas kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Wilayah V Ketapang ditemukan sudah tidak bernyawa, di perairan anak Sungai Pawan oleh warga yang hendak mancing udang, Senin (15/8) siang.
Kapolres Ketapang AKBP Sunario melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ketapang, Aiptu Nasran menjelaskan, Turlis sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarganya, usai pergi membeli nasi goreng.
“Informasi yang kita dapat, hari minggu sekitar pukul 20.00, korban pergi ke luar rumah untuk membeli nasi goreng. Korban tidak mau diantar dan berjalan kaki. Akhirnya pihak keluarga cemas dan melakukan pencarian, karena korban tidak kunjung pulang ke rumah,” kata Nasran di RSUD Agoesdjam Ketapang, Senin (15/8).
Ia menuturkan, setelah dilakukan pencarian, Turlis akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa. Jasadnya mengapung di anak Sungai Pawan Jalan Perintis, Desa Baru, Benua Kayong.
“Kita dapat informasi ada warga yang hendak memancing udang menemukan sesosok mayat. Saat anggota cek ke lokasi, memang benar itu Pak H. Turlis. Mayatnya langsung dievakuasi dibawa ke RSUD Agoesdjam untuk divisum,” jelasnya.
Setelah dibawa ke rumah sakit, memang terlihat adanya luka lecet kecil di kening serta pelipis. Penyebabnya belum dapat dipastikan, lantaran hasil visum belum diketahui.
“Tadi selain visum, juga dilakukan ronsen. Bagian dalam tubuh korban normal, tidak ada hal yang mencurigakan,” ungkap Nasran.
Sampai saat ini, penyebab pasti meninggalkan Turlis belum diketahui. Polisi masih terus melakukan penyelidikan, mencari tahu penyebab kematiannya.
“Informasi yang kita dapatkan dari pihak keluarga, sepulang dari Jawa Sabtu (13/8) lalu, korban memang mengeluh sakit. Akhir-akhir ini pikirannya bleng karena sakit itu,” ujarnya.

Ketua RT 14 Desa Kauman, Yusman mengaku terkejut atas meninggalnya korban. Menurutnya, sehari sebelumnya Turlis ditemukan meninggal. Dirinya sempat bertemu saat memasang umbul-umbul untuk merayakan 17 agustus.
“Kemarin (Sabtu) saya lihat beliau ada masang umbul-umbul. Kemudian saya sempat ngobrol sama almarhum, menanyakan dalam rangka apa almarhum ke Jawa. Dia menjawab, katanya berobat karena sakit asam lambung,” Yusman.
Menurut Yusman, selama hidupnya, Turlis dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap lingkungan. Bahkan saat bertemu ketika almarhum memasang umbul-umbul, dia mengaku karena ingin merayakan hari kemerdekaan.
“Kita hanya bisa berdoa, semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT,” kata Yusman. (jay)