Asap di Malaysia, Tidak Semuanya Kiriman

Waspada Pembakaran Lahan Dekat SUTT

ilustrasi.net

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Asap dari Kalimantan dan Sumatera kini sudah melanglang ke Singapura dan Malaysia. Berdasarkan informasi dari laman BMKG terbaru pukul 12.00 WIB, Selasa (17/9), dilaporkan asap dari Kalbar sudah terekspor ke Sarawak,

Itu hasil pencitraan satelit dari Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Semenanjung, Sarawak Malaysia dan Singapura.

Namun, Koordinator Daops Manggala Agni Kalbar, Sahat Irawan Manik, menepis informasi BMKG bahwa asap yang tersebar di Malaysia kiriman dari Kalimantan Barat. “Kalau bicara asap, memang terjadi beberapa fire spot di Kalimantan Barat. Tetapi, setelah kami lakukan penelusuran dan berdasarkan informan di lapangan, di Sempadan (perbatasan) negara tetangga Malaysia juga terjadi kebakaran lahan,” tegasnya.

Itu membuktikan bahwa tidak hanya di Indonesia yang ada titik api yang menimbulkan kabut asap. “Kemungkinan asap kiriman (ke Malaysia) ada. Tetapi sumber dari internal mereka (Malaysia) juga ada. Jadi itu membuktikan asap di sana tidak semua kiriman dari Kalimantan Barat,” papar Sahat.

Namun, dia mengakui kalau kondisi asap di Kalbar semakin pekat dan kata Sahat, Manggala Agni sudah mengintensifkan kinerja personel yang ada dan melakukan penempatan di posko dan lokasi yang terdeteksi rawan karhutla. “Kami lakukan deteksi dini. Ketika kami ketemu lahan terbakar, secepat mungkin kami padamkan agar tak membesar. Selain itu, kami juga selalu berjalan paralel dengan kegiatan pendampingan ke masyarakat soal pembukaan lahan tanpa membakar. Kami edukasi mereka,” tuturnya.

Manggala Agni juga datang ke sekolah-sekolah dan kelompok tani untuk memberikan edukasi bahaya karhutla. “Jadi kami tidak hanya bersiap atau menyiapkan pasukan untuk pemadaman api. Kami juga melakukan koordinasi ke sejumlah pihak. Termasuk korporasi. Agar mengaktifkan satgas yang mereka punya dan peralatan standar. Jadi, mereka bisa dengan cepat memadamkan api di areal mereka atau sekitarnya,” tutup Sahat.

Berdasarkan postingan Fanpage Sarawak Edition, pada 6-7 September lalu juga sempat terjadi karhutla yang cukup besar di kawasan Samariang Malaysia. Dan di Jalan Camar Matang Malaysia pada Selasa sore.

Sementara itu, Karhutla dan asap di Kalbar juga dikhawatirkan berpengaruh pada instalasi jaringan kelistrikan apabila sampai dirambah kebakaran. “Kami waspadai adalah pembakaran lahan dekat SUTT 150 kV. Terlebih saat ini terpantau ada beberapa lokasi kebakaran lahan dekat tower 150 kV, yang lokasinya di jalur Siantan Tayan,” ungkap Manajer Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Kalbar, Ricky Faizal.

Kata Ricky, dampak lainnya yang yakni beberapa pekerjaan perbaikan tower-tower belum dapat dilaksanakan hingga saat ini. “Ditunda lantaran kabut asap, hingga menunggu kondisi sampai kondusif baru dilakukan,” ucapnya

Namun pasokan listrik sendiri sampai sejauh ini tidak berpengaruh signifikan melihat jalur seperti SUTT yang membentang sangat panjang, tentu perlu diwaspadai. “Bahkan dikondisi saat ini, kita menyiapkan petugas ground patrol yang patrol secara rutin ke tower-tower & jaringan. Sehingga setiap ada anomali akan diinfokan ke kami untuk ditindaklanjuti, termasuk kalau ada ancaman kebakaran lahan dekat lokasi tower-tower kita,” terangnya

Ricky berharap, bencana kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan ini dapat segera diatasi, sehingga aktivitas dapat berjalan dengan lancar sebagai mana mestinya. “Kita berharap Mudah-mudahan bencana asap ini dapat segera diatasi oleh pihak yang berwenang,” ujarnya.

 

Laporan: Tri Yulio HP, Nova Sari

Editor: Mohamad iQbaL