ADD Tak Cukup untuk Benahi Jalan Desa Garong

ilustrasi. net

eQuator – Sintang-RK. Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Desa Garong, Kecamatan Kayan Hilir, pada 2015 hanya sekitar Rp300 juta. Tidak cukup untuk membenahi infrastruktur jalannya yang rusak parah.

“Kalau mengandalkan ADD, saya rasa tidak bisa. Perlu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang,” kata Sumpak, Kepala Desa Garong kepada wartawan, Jumat (11/12)

Dia mengungkapkan, kondisi jalan di Desa Garong sudah sangat parah, banyak yang hancur. Lantaran selama tidak ada upaya Pemkab Sintang untuk memperbaikinya.

ADD yang ada, kata Sumpak, sudah dialokasikan untuk merehabilitasi tiga jembatan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. “Jembatan Sungai Garong, Sungai Jetak dan Sungai Keraya kita rehab tahun ini,” katanya.

Rehabilitasi jembatan di Desa Garong tersebut, tambah dia, masing-masing menghabis Rp47 Juta ADD. “Tahun ini kita fokus ke rehab jembatan dengan kontruksi kayu, kalau ADD ini juga digunakan untuk memperbaiki jalan, tidak akan cukup,” jelas Sumpak.

Dia memastikan Pemerintah Desa (Pemdes) Garong tidak mengambil keuntungan dari pembangunan yang dilakukan. “Kalau anggaran Rp50 hingga Rp60 juta ya kita gunakan semua untuk membangun atau merehab. Karena kita lebih mengedepankan kepuasan masyarakat,” kata Sumpak.
Menjelang 2016, Sumpak akan berkoordinasi dengan Pemkab dan DPRD Sintang, bagaimana supaya jalan di desanya segera diperbaiki. Karena tidak mungkin dilakukan tanpa campur tangan pemerintah daerah. “Yang saya pikirkan itu Sungai Garong menuju Sungai Keraya, itu sangat sulit,” katanya.
Dia menambahakan, sepanjang 2015, belum ada program pemerintah yang menyentuh Desa Garong. “Satu pun tidak ada, makanya tahun depan kita mau ada program yang menyentuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Sumpak.

 

 

Laporan: Achmad Munandar

Editor: Mordiadi

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.