Wali Kota Gadungan Minta Pulsa

37
Nama Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dicatut oknum tidak bertanggung jawab dengan membuat akun facebook palsu dan meminta pulsa.

eQuator.co.id – Anda berteman dengan figur publik di media sosial? Kalau iya, tolong jangan geer dulu kalau tiba-tiba Anda dihubungi figur publik tersebut lewat media sosial. Sebab, bisa saja Anda bakal menjadi korban hoax. Atau malah menjadi korban penipuan.

Kejadian itu nyaris menimpa sejumlah orang yang berteman dengan akun Facebook Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, palsu. Sejumlah teman di akun tersebut tiba-tiba mendapatkan pesan lewat Facebook Messenger. Seolah-olah pesannya langsung dikirim politikus Golkar tersebut.

Kepada teman-temannya, Neni palsu itu meminta bantuan agar dapat dikirimkan pulsa untuk tamunya. “Kebetulan sekali bunda mau minta tolong sebentar. Soalnya ini lagi ada urusan penting dengan tamu di luar kota,” ujar akun bodong tersebut.

Aksi itu ternyata terjadi karena akun Facebook Neni tengah dikloning orang tidak bertanggung jawab. Pelaku menjiplak dengan membuat akun bernama Neni Moerniaeni. Tak hanya itu, foto-foto Neni pun ikut disedot. Pelaku juga meminta pertemanan kepada orang-orang yang ada dalam friend list akun Neni yang asli.

Beruntung, para calon korban tak lantas percaya dengan akun Neni palsu tersebut. “Hati-hati, akun palsu mengatasnamakan Wali Kota Bontang, serupa tapi tak sama,” tulis akun Aris Doank alias Ariston di Facebook, Jumat (7/9).

Dikatakan Ariston, akun palsu yang mengatasnamakan wali kota itu menggunakan foto profil dan nama yang sama dengan akun asli. Namun yang membedakan hanya dari jumlah pertemanannya saja. “Saya baru perhatikan bahwa akun saya ini sebenarnya sudah berteman dengan bunda (sapaan wali kota, Red.). Tetapi ada lagi permintaan pertemanan dengan foto yang sama. Setelah diterima, akun palsu tersebut langsung inbox dan meminta diisikan pulsa, dari situ saya paham bahwa itu akun palsu,” ungkapnya.

Tak hanya Ariston, salah satu juru foto Humas Pemkot Bontang Herman Baakel juga mengaku di-inbox oleh akun palsu tersebut. Modus penipuannya sama, yakni meminta diisikan pulsa. Padahal, saat yang sama dirinya sedang berada tak jauh dari wali. Dan saat itu, beliau sedang tidak memegang ponselnya. “Saya ketawa saja ada yang inbox pakai akun bunda, padahal bunda lagi enggak pegang ponsel kok bisa inbox,” ujarnya.

Menanggapi ulah orang tak bertanggung jawab yang mencatut namanya, Neni pun memberikan klarifikasi. Dirinya menyebut akun lama miliknya dengan nama Neni Moerniaeni masih aktif dan tidak terkena hack. Namun, ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuat akun baru dengan nama dan tampilan yang sama persis. Selain itu, Neni juga meminta kepada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Bontang agar menelusuri pemilik akun palsu tersebut.

“Mohon kewaspadaannya, apabila ada pesan atau messenger yang masuk dari akun tersebut,” tukasnya. (Bontang Post/JPG)