Vina, Korban Pengantin Pesanan Pulang ke Singkawang

Alami Kekerasan saat di Tiongkok

BERSAMA KORBAN. Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, SIK, MH didampingi Vina, korban pengantin pesanan dan Humas Polres Singkawang, Bripka Muhammad Irvan di Mapolres Singkawang, Senin (26/8). (SUHENDRA/RK)

Polres Singkawang dibantu para netizen berhasil membantu Vina. Gadis 22 tahun asal Kota Singkawang itu akhirnya bisa pulang ke Tanah Air.

Suhendra, Singkawang

eQuator.co.id – Vina sebelumnya kerap mengalami kekerasan yang dilakukan suaminya ketika berada di Tiongkok sejak menikah satu bulan yang lalu. “Saya sering dibentak dan dipukul serta ditendang, dicekek dan dipaksa hamil hingga dilarang berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun siapa saja orang Indonesia,” ujar Vina, saat berada di Mapolres Singkawang, Senin (26/8).

Dia menceritakan alat komunikasi seperti ponsel, apabila ketahuan, maka akan disita.

Pihak kerabat suaminya di Tiongkok, memaksa dirinya untuk segera hamil yang akhirnya  Vina dibawa untuk diperiksa rahimnya oleh dokter di Tiongkok, dan berdasarkan pemeriksaan medis dokter di sana, Vina diduga mengidap semacam kista di rahimnya.

Akhirnya Vina dipaksa untuk operasi di Tiongkok, namun Vina tidak mau, dan dirinya lebih memilih untuk memeriksa kondisinya di Indonesia.

Keluarga suaminya di Tiongkok, ungkap Vina, tetap memaksa dirinya untuk minum ramuan obat yang dibuat keluarga suaminya, namun Vina tetap saja menolak dan akhirnya mendapat siksaan dari pihak keluarga suaminya termasuk suaminya sendiri.

Kondisi siksaan yang terus dialami Vina, membuat Vina tidak mampu bertahan di kediaman keluarga suaminya sehingga akhirnya dia mencoba menghubungi  agency yang ada di Indonesia tepatnya di Singkawang, namun dari pihak agency di Singkawag menyarankan dirinya menghubungi agency yang ada di Tiongkok, namun yang didapatnya dari agency yang ada di Tiongkok, agar Vina tetap bersabar.

Vina sangat kesal atas saran dari agency yang ada di Tiongkok yang terus meminta dirinya untuk bersabar, sedangkan dirinya sudah sering mendapatkan siksaan fisik dan non fisik dari pihak suami dan keluarga suaminya.

Vina akhirnya secara diam-diam memposting foto-foto yang dialaminya di media sosial facebool, dan kemudian ada netizen yang merespon dan menyarankan Vina untuk menghubungi Bripka Ivan,  Humas Polres Singkawang.

Akhirnya Vina dapat chating ke Facebook Ivan Humas Polres Singkawang untuk menceritakan kejadian yang dialaminya, dan disarankan untuk segera menghubungi Kedutaan Besar Besar Republik Indoensia (KBRI) di Beijing, Tiongkok.

Vina kemudian berupaya melarikan diri untuk menuju ke KBRI di Beijing, Tiongkok yang memerlukan waktu yang cukup lama perjalanan dari kediaman suaminya ke Beijing.

Dia akhirnya sampai ke KBRI di Beijing, Tiongkok berkat bantuan netizen, Bripka Muhammad Irvan, Anggota Humas Polres Singkawang dan Silvi, Tim Penterjemah Bahasa Mandarin.

“Terima kasih buat netizen, Bapak Ivan, Polres Singkawang, Bu Silvi dan KBRI Beijing  yang membantu saya pulang ke Indonesia,” katanya.

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, SIK,MH mengatakan pihaknya  berusaha membantu masyarakat Singkawang yang mengalami kesulitan. “Upaya yang dilakukan ini sebetulnya di luar tugas pokok Polres Singkawang untuk membantu permasalahan yang ada di Singkawang,” ujarnya.

Kejadian yang dialami Vina serta yang lainnya, kata Raymond, untuk bisa menjadi contoh bagi gadis-gadis muda atau perempuan warga Kota Singkawang, jangan sampai mudah terbujuk rayu dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Ini salah satu bahwa yang bersangkutan di sana mendapatkan kekerasan, siksaan, apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.

Humas Polres Singkawang, Brifka Muhammad Irvan mengatakan proses pemulangan Vina dari Beijing, Tiongkok ke tanah air Indonesia memakan waktu sekitar satu minggu.

Irwan menceritakan dirinya bersama Selvi menjemput Vina ke Jakarta dan kemudian bersama-sama kembali ke Kota Pontianak dan melanjutkan perjalanan ke Kota Singkawang.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para netizen dan masyarakat yang telah membantu proses kepulangan Vina ke Kota Singkawang, “ ujarnya.

 

Editor: Indra Wardhana