Ujicoba PLTU Parit Baru Site Bengkayang

Siap Membuat Kalimantan Benderang

51
KUNJUNGAN. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengunjungi PLTU Parit Baru Site Sungai Raya Bengkayang belum lama ini. Humas PLN Singkawang for RK
KUNJUNGAN. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengunjungi PLTU Parit Baru Site Sungai Raya Bengkayang belum lama ini. Humas PLN Singkawang for RK

eQuator.co.idSingkawang-RK. Direktur Bisnis Regional Kalimantan, Machnizon Masri bersama General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat Rahmat Lubis dan General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat Richard Safkaur mengunjungi PLTU Parit Baru Site Bengkayang yang berlokasi di Tanjung Gundul Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang, Senin (4/6).

Kedatangan petinggi PLN Wilayah Kalimantan ini untuk melihat secara dekat uji coba pengoperasian PLTU dengan kapasitas 2 x 250 Megawatt (MW) itu. “Alhamdulillah, hikmah di bulan Ramadan ini kami dapat mewujudkan visi kami untuk membuat Kalimantan benderang. Pengoperasian satu unit PLTU ini direncanakan akan menambah pasokan daya sebesar 50 Megawatt ke sistem khatulistiwa,” kata Machnizon.

Untuk diketahui, pembangkit listrik ini termasuk dalam proyek pemerintah fast track program 2 (ftp 2) yang pembangunannya dimulai pada Juli 2013. Total nilai investasi lebih dari Rp1,3 triliun.

GM PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Rahmat Lubis menambahkan, selain mempersiapkan pembangkit, saat ini pihaknya tengah melakukan perkuatan jaringan transmisi dan gardu induk. Kegiatan rekonduktoring atau penggantian kabel konduktor dengan jenis yang lebih baik dan lebih kuat.

Dengan begitu, daya listrik yang dapat dihantarkan nantinya menjadi lebih maksimal. Terutama untuk daerah Singkawang dan Bengkayang. “Kegiatan rekonduktoring sedang dilakukan untuk jalur transimisi 150 kV Singkawang-Bengkayang,” ucapnya.

Kegiatan serupa akan dilakukan pula untuk jalur SUTT 150 kV Singkawang-Senggiring dan Mempawah-Parit Baru. Tidak hanya rekonduktoring, kegiatan uprating atau penambahan kapasitas trafo dan jalurnya juga dilakukan bagi Gardu Induk (GI) 150 kV Singkawang dan GI 150 kV Sambas. Penambahan masing-masing sebesar 60 MVA bagi kedua GI tersebut, untuk meningkatkan kesiapan daya sebesar 180 MW dan 120 MW.

Menurutnya, dengan beroperasinya PLTU ini, maka pasokan listrik di Sistem Khatulistiwa akan semakin berlimpah. Sehingga siap untuk memenuhi kebutuhan baik di sektor rumah tangga, bisnis maupun industri.

Ditemui usai acara memberikan bantuan kepada kaum dhuafa di sekitar proyek PLTU, GM PLN Wilayah Kalbar, Richard Safkaur mengungkapkan, dengan masuknya PLTU ke Sistem Khatulistiwa, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel juga dapat dikurangi. Sehingga biaya penyediaan listrik menjadi semakin ekonomis.

“Kami berusaha menyediakan energi listrik yang andal, ekonomis dan berkualitas bagi masyarakat terutama untuk kebutuhan bisnis dan industri. Dengan berlimpahnya daya listrik di Sistem Khatulistiwa tidak ada yang perlu ragu untuk menjalankan usahanya karena khawatir listrik tidak cukup,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi upaya PLN dalam mencukupi kebutuhan listrik, khususnya di Singkawang. “Sebagai kota bisnis yang berkembang, banyak investor kita coba ajak untuk berinvestasi di sini. Saya optimis dengan ketersediaan listrik yang baik, investasi juga akan bertumbuh,” katanya.

 

Laporan: Suhendra

Editor: Ocsya Ade CP