Tim Temenggang Polnep Sabet Juara 2

Kompetisi Rancang Rangka Atap Nasional di Bali

KANAN KE KIRI. Achmad Idris Setianto, Hendra, dan Andi Mahendra ketika mendapatkan juara dua Kompetisi Rancang Rangka Atap Nasional di Bali, kemarin. Polnep for RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK Tim Temenggang Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) berhasil meraih juara dua di ajang Rancang Rangka Atap Nasional yang diadakan di Bali, 10-11 Oktober 2019. Tim ini beranggotakan Andi Mahendra, Hendra, dan Achmad Idris Setianto.

Ketiganya membuat inovasi dengan bahan atap baja ringan model limas. “Karena rangka kuda-kudanya beda dari pada biasa yang sering gunakan untuk bangunan pada umumnya,” kata Andi Mahendra yang merupakan ketua Tim Temenggang Polnep kepada Rakyat Kalbar, Selasa (15/10).

Keunggulannya rancangan mereka adalah desainnya. Ini dapat menjadi solusi bagi kontraktor gedung yang menggunakan atap limas. Dengan rancangan mereka, kuda-kuda bangunannya jadi kuat. “Selain itu juga hemat bahan 30-50 persen dari jenis rangka biasanya,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam lomba kemarin mereka mampu membangun kerangka atap tersebut dalam waktu sekitar 2 jam. Padahal waktu yang disediakan panitia selama 4 jam.

“Keunggulan kami juga cepat ya. Dengan luas bangunan 4×3 meter,” timpal lelaki Jurusan Teknik Sipil itu.

Efisien dan efektif menjadi kunci kerangka atap yang dibuat oleh Andi dan kawan-kawannya. Mereka berharap produk tersebut bisa digunakan untuk industri di bidang teknik sipil, terutama di Kalbar.

“Semoga karya kami bisa dipublikasikan, kemudian dipakai untuk para kontraktor misalnya. Karena ekonomis, kuat juga cepat pengerjaan,” tutup Andi.

Dosen Pembimbing sekaligus Kepala Jurusan Teknik Sipil Polnep, Indah Rosanti, S.ST., MT mengapresiasi prestasi yang telah dibuat oleh mahasiswa-mahasiswanya. “Kami terus mendukung anak-anak. Tentunya dengan ikut lomba bisa meningkatkan kompetensi dari mereka,” katanya.

Wanita yang karib disapa Indah ini mengatakan, dengan berkompetisi, mahasiswa bisa mengikuti perkembangan zaman di luar sana. Sebuah ijazah tidak akan mengukur kemampuan mahasiswa. Saat ini, Andi dan teman-temanya juga sedang mempersiapkan kompetisi tingkat nasional yang akan diadakan di Politeknik Negeri Jakarta KBGI (Kontruksi Bangunan Indonesia), 7-10 November mendatang. KBGI merupakan even paling besar di bidang Teknik Sipil se-Indonesia.

“Sebab hanya 10 proposal terpilih yang bisa ikut di ajang tersebut. Lawanya berat UGM, ITB dan lain-lain. Semoga mereka bisa tiga besar,” harapnya.

Kemampuan mahasiswa Kalbar dalam kontruksi bangunan ini memang tidak boleh dipandang sebelah mata. Indah menambahkan, Polnep juga akan menjadi tuan rumah di tahun 2020.

“Dari itu kami juga butuh dukungan dari pemerintah dan lembaga. Dari bengkel yang sederhana kami bisa berkarya. Kami perlu sarana dan prasarana yang mendukung,” tutupnya.

 

Laporan: Suci Nurdini Setiowati

Editor: Arman Hairiadi