Gazebo Melayu Sambas Menang Empat Kategori

Polnep Juara Umum Lomba LITSI 2 di Malang

18
PENGERJAAN GAZEBO. Pengerjaan gazeboMelayu Sambas oleh tim Jurusan Teknik Sipil Polnep pada lomba LITSI 2 di Politeknik Negeri Malang, kemarin. Teknik Sipil Polnep for RK

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) juara umum lomba Inovasi Teknik Sipil Indonesia (LITSI) 2. Lomba yang digelar di Politeknik Negeri Malang itu, Polnep memenangi empat dari enam kategori.

Suci Nurdini Setiowati, Pontianak

eQuator.co.id – LITSI 2 dihelat pada 22-23 September 2018. Ajang nasional ini digelar tidap tahun. Tim Polnep di ajang ini yaitu Andi Mahendra, Ega Wahyudi, Yogi Ega Saputra Desain, Ajo Terani, dan Wahyudin.

Dalam lomba ini, Polnep membuat gazebo motif lokal. Yaitu mengangkat budaya Sambas. Alhasil, dari enam kategori, Polnep menyabet juara pertama pengerjaan, tercepat, estetika/keindahan, dan the best teamwork.

“Jalusi (pagar) dan list plank diambil dari desain kain lunggi Sambas (Pucuk rebung). Serta ornamen dari atap keraton Sambas yakni kombinasi elang dan kuda laut,” kata Andi kepada Rakyat Kalbar, Jumat (28/9).

Gazebo yang dibuat luasnya 2,5 m x 2 m. Pengerjaannya hanya dalam dua hari. Dihari pertama, mereka melakukan presentasi. Siangnya mulai pengerjaan hingga dihari berikutnya.

Tanggal 22 September perakitan badan gazebo, jalusi, ambang atas dan bawah. Kemudian gelegar lantai dan papan lantai. Waktu pengerjaan yang diberikan empat jam. “Kalau pembuatan rangka atap, pemasangan atap, list plank, dan ornamen di beri waktu 8 jam besoknya,” jelas Andi.

Dalam pengerjaannya mereka sempat mengalami beberapa kendala ukuran bangunan. Ukurannya agak sedikit meleset

“Karena mungkin bawaan dikejar waktu juga pengerjaan,” ucapnya.

Kedepan Andi berharap mahasiswa Polnep dapat semakin meningkatkan kemampuanya dalam segala bidang. Kemudian dapat menjadi tuan rumah perlombaan ajang nasional. Terutama lomba dalam bidang Teknik Sipil. Biar pikiran masyarakat terbuka tentang lingkungan Teknik Sipil. “Apalagi soal bangunan. Bahwa sebenarnya kita Polnep tak kalah kok dengan mereka di Jawa sana,” tutur Andi.

Ditambahkan Ega, kedepannya mereka akan mengikuti beberapa perlombaan. Diantaranya Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) dan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Sulsel. Selanjutnya Oktober akan mengikuti Lomba Rangka Atap di Politeknik Bali.

“Ya kami bakalan ikut lomba lagi tapi bakalan pecah tim. Proposal udah masuk,” jelas Ega.

Kepala Jurusan teknik sipil Polnep, Indah Rosanti S.ST., MT  mengaku bangga dengan para mahasiswanya. Ia berharap keberhasilan ini dapat berlanjut. Bukan hanya kesuksesan sekarang, tapi harus berlanjut. Karena tahun lalu mereka dapat juara 3, sekarang juara umum. “Senang yang pasti, udah jadi pemenang. Kesuksesan mereka harus berlanjut,” pesannya.

Polnep katanya, berhasil maju di babak pengaplikasian setelah menyisihkan 43 proposal tim. Hanya diambil tujuh besar untuk pengaplikasian bangunannya. Lomba-lomba harus terus dikuti para mahasiswanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan. “Dengan ikut kejuaraan mereka mengikuti perkembangan zaman gimana di luar sana,” imbuhnya.

Sebuah ijazah tidak akan mengukur kompetensi mahasiswa.  Ilmunya beda dengan yang di dalam kelas. “Makanya kita ikut lomba,” jelasnya.

Kedepannya Teknik Sipil Polnep juga akan mengadakan lomba tingkat nasional. Yakni desain baja ringan untuk bangunan gedung. “Rencananya April akan kita laksanakan. Terus ini proposal sudak kita seleksi,” tutup Indah. (*)

 

Editor: Arman Hairiadi