Tidak Masalah Server KPU Down

Server KPU Bermasalah, Scan C1 Tidak Bisa Diakses

37
TAK BISA DIAKSES. Tampilan laman infopemilu.kpu.go.id pada Minggu malam (1/7). infopemilu.kpu.go.id
TAK BISA DIAKSES. Tampilan laman infopemilu.kpu.go.id pada Minggu malam (1/7). infopemilu.kpu.go.id

eQuator.co.idRAKYAT KALBAR. Sebagai bentuk transparansi penyelenggara Pemilu, KPU RI membangun laman perolehan suara di wibesite infopemilu.kpu.go.id. Dengan cara upload scan C1 hasil pencoblosan Pilkada serentak.

Hingga saat ini KPU terus meng-upload scan C1. Sebelumnya website infopemilu.kpu.go.id yang berisikan update sementara perolehan suara Pilkada serentak se Indonesia masih dapat diakses masyarakat. Walau untuk mengaksesnya sangat sulit. Namun saat ini laman tersebut tidak bisa diakses lagi.

Hingga Minggu malam (1/7), laman infopemilu.kpu.go.id, Rakyat Kalbar coba mengakses. Lagi-lagi tidak bisa. Pada laman tersebut terpampang tulisan ‘untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi hasil pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan’.

Ketua KPU Kalbar Ramdan menuturkan, ada permasalahan dengan server KPU pusat. Meintenance dilakukan masif di seluruh Indonesia. “Maintenance tersebut dilakukan oleh KPU Pusat dengan alasan perbaikan layanan,” katanya kepada Rakyat Kalbar, Minggu (1/7).
Kendati begitu, dia menjamin permasalahan tersebut tidak akan mengganggu proses perhitungan suara. Lantaran pihaknya juga telah melakukan backup data. “Teman-teman di KPU kabupaten dan kota juga telah melakukan entri C1. Jika nanti servernya sudah baik, maka tinggal di-upload,” jelasnya.
Dia menuturkan, saat ini data Pilgub yang telah masuk ke KPU Kalbar sudah mencapai 98 persen. “Jadi tinggal 2 persen lagi yang masih menunggu perbaikan server nanti,” tuturnya. Dia berharap, masyarakat bersabar menunggu sampai dengan server KPU RI normal kembali.
Ramdan menegaskan, hasil final Pilkada merupakan rekapitulasi berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi. “KPU provinsi jika itu Pilgub dan KPU kabupaten/kota jika itu Pilkada kabupaten/kota,” tukasnya.
Saat ini jajaranya masih melakukan tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan yang berlangsung dari 28 Juni sampai dengan 4 Juli. Selanjutnya di tingkat kabupaten/kota tanggal 4-6 Juli. Sedangkan di tingkat provinsi 7 hingga 9 Juli.
Ramdan berterima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu pelaksanaan Pilkada serentak di Kalbar. Sehingga pesta demokrasi tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kepolisian dan TNI, tokoh masyarakat dan tokoh agama, sehingga Pilgub Kalbar dapat berjalan dengan aman dan demokratis,” tutup Ramdan. Saat Ketua KPU Kabupaten Mempawah Kusnandi juga membenarkan saat ini informasi mengenai perolehan sementara versi C1 yang diupload pihaknya tak dapat diakses di website KPU RI. “Lagi maintenance, kena hack,” katanya menjawab pesan singkat WhatsApp saat Rakyat Kalbar, Minggu (7/1).

Kusnadi pun tidak tahu sejak kapan kejadian itu. Namun pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan KPU Kalbar terkait permasalahan tersebut. “Belum tahu dari kapan, menurut infonya begitu,” ujarnya.

Walaupun belum dapat diakses masyarakat, pihaknya terus melakukan upload scan C1 untuk Pilkada serentak. Baik pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar maupun Bupati-Wakil Bupati Mempawah. “Walaupun begitu, upload C1 terus kita lakukan,” jelas Kusnadi.

Sementara itu, kemudi satu kapal pembawa logistik Pilkada dari Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong patah lantaran dihantam ombak, Minggu (1/7). Kemudi kapal mengalami patah diperkirakan pukul 03.00 WIB di perairan Dusun Besar Kecamatan Pulau Maya. Untuk menggantikan kemudi yang patah, akhirnya menggunakan sebilah papan.

“Sempat dilakukan perbaikan, namun tidak memungkinkan,” kata Kapolsek Pulau Maya, Ipda Heri Susandi.

Dikatakan Kapolsek, usai dilakukan rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), proses distribusi logistik dari Pulau Maya ke KPU Kayong Utara menggunakan kapal milik nelayan pada pukul 02.00 WIB. Karena akan segera dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten. “Akibat patah, kecepatan kapal tidak dapat maksimal, sehingga terjadi keterlambatan,” jelasnya.

Distribusi logistik dari Pulau Maya juga harus dilakukan dengan cepat, karena harus berlomba dengan air surut. Jika air lebih dahulu surut, maka kapal sulit untuk merapat ke pelabuhan Sukadana. Namun harus dialihkan ke dermaga Telok Batang yang jaraknya 40 km dari KPU Kayong Utara.

Pulau Maya dan Kepulauan Karimata merupakan kecamatan terjauh serta tersulit di Kayong Utara saat proses distribusi logistik, baik sebelum maupun pasca-Pilkada.

“Alhamdulillah, distribusi berjalan dengan lancar dan sampai di KPU kabupaten pukul 09.00 WIB dan langsung diterima oleh petugas di KPU Kabupaten,” ungkap Kapolsek.

 

Laporan: Andi Ridwansyah, Ari Sandy, Kamiriluddin

Editor: Arman Hairiadi