Temuan Kasus HIV/AIDS Berkurang

ilustrasi. net

eQuator – Putussibau-RK. Jumlah temuan kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Kapuas Hulu berkurang, dari 14 kasus pada 2014 menjadi delapan kasus per November 2015.

“Kalau total temuan kasus HIV/AIDS sejak 2006 hingga 2015 mencapai 70 kasus, dengan korban meninggal dunia 32 orang,” ungkap Suhardiyanto, Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas Hulu ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/11)

Temuan kasus HIV/AIDS tersebut, ungkap Suhardiyanto, tersebar di 13 dari 23 kecamatan di Kapuas Hulu. Di antaranya di Kecamatan Putussibau Utara 23 kasus, delapan orang meninggal dunia.

Kemudian di Kecamatan Putussibau selatan 12 kasus, lima orang meninggal dunia. Badau lima kasus, semuanya meninggal dunia. Bunut Hulu lima kasus, dua orang meninggal dunia, serta Kalis lima kasus, tiga meninggal dunia.

Selanjutnya, di Kecamatan Silat Hilir lima kasus, tiga orang meninggal dunia. Boyan Tanjung tiga kasus, dua orang meninggal dunia, dan Jongkong tiga kasus, satu orang meninggal dunia.

Sementara di Kecamatan Hulu Gurung dua kasus, satu orang meninggal dunia, Empanang dua kasus, satu meninggal dunia. Sedangkan di Semitau dan Embaloh Hilir masing-masing ditemukan satu kasus.

Suhardiyanto mengungkapkan, temuan kasus HIV/AIDS di Kapuas Hulu ini cenderung lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Seperti pada 2014, ditemukan delapan perempuan dan enam laki-laki yang terinfeksi. Demikian pula pada 2015, ditemukan lima perempuan dan tiga laki-laki yang terinfeksi.

Suhardiyanto mengatakan, hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Mereka hanya bisa bertahan dengan diberikan obat secara rutin.

Sementara untuk mendapatkan obat tersebut, mereka yang terinfeksi ini harus mengambilnya langsung ke Kabupaten Sintang. “Ke depan, pengobatan akan bisa dilakukan di sini (Kapuas Hulu, red). Tenaganya sudah dilatih dan disiapkan,” kata Suhardiyanto.

 

  • Risiko Penularan Masih Tinggi

Sementara itu, menurut Suhardiyanto, risiko penularan HIV/AIDS di Kapuas Hulu masih cukup tinggi. “Bisa melalui sek bebas, jarum suntik, sperma, cukur rambut dan kontak darah dengan berbagai cara lainnya,” ungkapnya.

Hal ini sekaligus menampaik kalau penyebaran HIV/AIDS hanya melalui perilaku seks bebas. “Tenaga medis pun juga bisa terinfeksi bila tidak hati-hati melayani pasien HIV/AIDS,” kata Suhardiyanto.

Dia mengaku sudah sering melakukan sosialisasi ke Tempat Hiburan Malam (THM) dan sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat agar tidak terinfeksi virus yang melahap kekebalan tubuh manbusia tersebut.

“Untuk sosialisasi, kita ada program-programnya. Kegiatan sosialisasi memang terfokus di Kota Putusibau karena angka tertinggi penderitanya pun di sini,” pungkas Suhardiyanto.

 

 

Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.