Sungai Kapuas Meluap

BANJIR. Salah seorang warga menerobos banjir setinggi betis orang dewasa di jalan raya daerah Teluk Barak, Kapuas Hulu, Senin (9/11) pagi. ARMAN HAIRIADI -RK

eQuator – Tingginya curah hujan akhir-akhir ini, ditambah air pasang, menyebabkan Sungai Kapuas di Kabupaten Kapuas Hulu meluap. Pekarangan rumah pun terendam, lahan pertanian tenggelam dan sekolah terpaksa diliburkan.

“Baru hari ini (kemarin, red) banjir. Ketinggian air hampir dua meter,” ungkap Baharudin, Ketua RT08/RW02, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan saat ditemui di kediamannya, Senin (9/11) pagi.

Dia mengungkapkan, banjir di Kelurahan Kedamin Hilir sudah menggenangi pekarangan rumah warga. Demikian pula lahan pertanian. Bahkan SD Negeri 10 Putussibau Selatan terpaksa diliburkan karena banjir.

Kejadian serupa juga dialami warga di Teluk Barak, Pala Pulau dan Sibu Hilir. Tetapi, air semakin tinggi hanya pada pagi hari, begitu sore hari, airnya berangsur-angsur surut.

Kendati banjirnya tidak berlangsung lama, kata Baharudin, warga kesulitan untuk beraktivitas, lantaran hanya bisa mengandalkan perahu. “Jalan tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua,” ungkapnya.

Pria berusia 60 tahun ini mengungkapkan, di sekitar daerahnya itu memang setiap tahun banjir akibat meluapnya Sungai Kapuas. “Paling parah itu pada 2010, saat itu ketinggian airnya mencapai lima meter,” kata Baharudin.

Kendati sudah langganan banjir, kata Baharudin, belum nampak upaya pemerintah untuk meninggikan jalan atau memperbaiki irigasi. Sehingga banjir ini tetap menjadi momok bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Sungai Kapuas.

Terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Kasianus Kintoi mengaku, hingga hari ini belum menerima laporan banjir dari warga.

“Walaupun laporan banjir belum ada yang masuk, kita tetap monitoring beberapa daerah. Kalau dilihat hanya banjir bandang, karena airnya keruh dan tidak berlangsung lama,” kata Kintoi.

Menurut Kintoi, saat ini musim hujan. Sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa daerah mulai banjir. Pasalnya, Kapuas Hulu ini memiliki dataran rendah.

“Di Kapuas Hulu ini ada beberapa potensi bencana yang harus dihadapi, mulai dari longsor, banjir, puting beliung serta kebakaran hutan dan lahan,” tutup Kintoi.

Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.