Sebelum Bukit Kelam, Gempa di Pontianak Tahun 2011

Kalimantan Masuk Dalam Garis Sesar Adang

BUKIT KELAM Bukit Kelam, Kabupaten Sintang yang sempat diguncang gempa M 3,1, Rabu (27/3) sekira pukul 05.40 WIB. Saiful Fuat/Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Gempa dengan magnitudo 3,1 mengguncang Bukit Kelam, Kabupaten Sintang, bukan yang pertama di Kalbar. Tahun 2011, gempa di sisi barat laut Pulau Kalimantan terasa hingga di Kota Pontianak.

Ahli geologi dari Universitas Tanjungpura, Agus Sugiarto menuturkan, pulau Kalimantan dilewati oleh satu garis sesar yang membelah pulau, yaitu Sesar Adang (adang flexure). Garis itu membentang dari Sulawesi melintasi Kalimantan hingga Kuching, Serawak Malaysia. “Sesar itu yang mengakibatkan adanya aktivitas magmatik yang mengakibatkan munculnya batuan-batuan trobosan (intrusi),” ujarnya ketika dihubungi Rakyat Kalbar, Kamis (28/3).

Agus menuturkan aktivitas tektonik itu mengakibatkan kontraksi Sesar Adang. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik di wilayah Bukit Kelam itu. “Selama ini persepsi kita potensi gempa hanya terjadi pada daerah yang dekat dengan subduction zone. Itu hanya pulau Jawa dan Sumatera. Tapi kalau daerah yang terdapat sesar aktif sangat besar, juga kemungkinan bisa terjadi gempa,” jelas Agus.

Sebetulnya, tahun 2018 lalu sudah pernah terjadi gempa di daerah Tabalong, Kalimantan Timur. Hal itu juga dikarenakan Kalimatan Timur termasuk dalam garis Sesar Adang. Kawasan Sesar Adang menjadi kawasan rentan gempa, apabila Paternoster mengalami pergerakan.

Beradasarkan data yang dirilis oleh National Geographic dan ESRI yang dipublikasikan pada lamanearthquaketrack.com. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, 27 gempa berkekuatan 4-5 SR terjadi di kawasan Kalimantan, terutama di Kota Tarakan, Bontang dan Balikpapan. Kemudian, pernah terjadi gempa di Pontianak pada tahun 2011. Namun, itu terjadi akibat penunjaman lempeng Laut Cina Selatan di sisi barat laut pulau Kalimantan.

 

Laporan: Rizka Nanda

Editor: Yuni Kurniyanto