Sahur Pertama Listrik Padam

Legislator: PLN Harus Konsekuen dan Bertanggung Jawab

29
Ilustrasi.NET

eQuator.co.idKalbar-RK. Janji PLN tidak akan melakukan pemadaman listrik selama bulan suci Ramadan ternyata isapan jempol belaka. Di hari pertama sahur saja, listrik sudah padam.

Pemadaman listrik terjadi di Jalan Perdana dan sekitarnya di Kecamatan Pontianak Tenggara. Parahnya listrik di kawasan itu dua kali biarpet. Awalnya sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (16/5). Namun pemadaman listrik tidak berlangsung lama. Listrik kembali padam sekitar pukul 03.00 WIB. Warga pun sempat sahur dengan penerangan lampu cas dan pelita sebelum listrik kembali menyala.

Salah seorang warga Jalan Perdana Yuli mengaku kecewa dengan kinerja PLN. Padahal BUMN tersebut kerap berkoar-koar tidak akan melakukan pemadaman. Daya listrik surplus membuat PLN optimis tidak akan ada pemadaman. “Tapi nyatanya hingga dua kali listrik padam,” jelasnya kepada Rakyat Kalbar, Kamis (17/5).

Mengingat saat ini suasana Ramadan, ibu rumah tangga itu berharap PLN lebih meningkatkan kinerjanya. Jangan sampai ada lagi pemadaman, terutama di waktu-waktu umat Muslim membutuhkan energi listrik. Supaya umat Islam tenang menjalankan ibadah Ramadan. “Baik itu ketika berbuka, terawih atau sahur,” harapnya.

Yuli berharap PLN menepati janjinya. Jangan sampai janji PLN tidak melakukan pemadaman merupakan obralan semata. “Yang pasti kita berharap PLN menepati janjinya, tidak ada lagi pemadaman listrik,” tutup Yuli.

Keluhan terhadap layanan PLN juga dirasakan di Kabupaten Melawi. Pasalnya, belakangan terakhir pemadaman listrik kerap terjadi secara tiba-tiba, sehingga membuat masyarakat resah. Terlebih akibat pemadaman tersebut sering membuat peralatan elektronik menjadi rusak.

Anggota DPRD Melawi, Nur Ilham berharap agar pelayanan listrik selama Ramadan dapat berjalan normal. “Kita berharap kepada PLN Rayon Nanga Pinoh agar tidak ada pemadaman listrik selama Ramadan. Selama ini listrik sering mati pada waktu siang maupun malam,” ungkapnya, Kamis (17/5).

Menurutnya, jika pelayanan listrik normal secara otomatis distribusi air PDAM juga berjalan normal. Jika pelayanan listrik atau air bersih terganggu akan menghambat aktivitas warga untuk melaksanakan ibadah puasa. “Mulai dari sahur, buka puasa, ibadah taraweh, tadarus hingga kembali sahur,” lugasnya.

Legislator PKB ini mengaku, hampir setiap tahun listrik tidak stabil saat Ramadan. Terlebih jelang buka puasa maupun pelaksanaan tarawih. Padahal rakyat selaku konsumen PLN walaupun listrik mati tetap membayar penuh. Maka PLN harus konsekuen dan bertanggungjawab.

“Termasuk Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam kota di Melawi, kita minta Pemkab Melawi untuk membenahi yang rusak supaya segera hidup kembali,” ucapnya.

Kebutuhan listrik maupun air bersih masyarakat Melawi selama Ramadan sangat tinggi dan penting. Sehingga diharapkan ada perubahan pelayanan penerangan selama Ramadan. “Tidak ada lagi pemadaman siang maupun di malam, sehingga masyarakat percaya kepada PLN,” pungkas Ilham.

Harapan yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro. Politisi partai Golkar ini  meminta PLN Wilayah Sanggau tak melakukan pemadaman listrik, minimal selama Ramadan. Karena dikhawatirkan mengganggu kekhusyukan masyarakat menjalankan ibadah.

Dia menilai, pembangkit PLN yang telah dibangun di Sungai Batu sudah cukup memenuhi kebutuhan daya listrik pelanggan di Kabupaten Sanggau. Karenanya ia meminta jangan ada lagi alasan klasik seperti perbaikan maupun perawatan, yang menyebabkan jaringan terganggu.

“Sebaiknya PLN berkomitmen, dimana antara masyarakat dan PLN harus fair. Jangan hanya tarif yang dinaikkan sementara pelayanan semakin kurang,” ucapnya.

Ia berharap kondisi listrik selama Ramadan tahun ini, tak seperti sebelumnya. Listrik kerap padam ketika menjelang berbuka dan sahur.

Jamin Tak Ada Pemadaman

Terkait keluhan tersebut, Supervisor Humas PLN Wilayah Kalbar, Agi Risnandar menegaskan, pemadaman yang terjadi di Jalan Perdana bukan dari pembangkit listrik melainkan adanya gangguan jaringan.
“Mungkin karena ada kabel tegangan menengah kita di atas, ada yang terbungkus dan tidak, bisa terjadi gangguan,” ujarnya kepada Rakyat Kalbar.
Gangguan itu bisa disebabkan dahan atau gesekan kawat layangan yang sudah putus lama. Kemudian terkena angin sehingga bergerak. Sementara jika ada pemadaman yang terjadi di kabupaten lainnya di Kalbar kemungkinan disebabkan dahan pohon. Karena jaringan di sana panjang-panjang.
Intinya kata dia, PLN tidak pernah melakukan pemadaman listrik akibat kekurangan daya. Karena PLN saat ini surplus daya di atas 100 megawatt. “Terjadinya padam tadi akibat gangguan-gangguan di lapangan,” ujar Agi mengulangi.
Kepada masyarakat ia mengimbau apabila terdapat dahan pohon di sekitar rumah yang sudah menyentuh maupun sejajar dengan jaringan listrik PLN agar dipangkas atau dipotong. “Tidak dimatikan, tapi di potong supaya tidak melebihi jaringan PLN,” pesannya.
Dengan antisipasi tersebut diharapkan ketika ada angin dan hujan besar tidak mengganggu jaringan. Namun apabila terjadi padam listrik, masyarakat dapat segera melaporkan ke call center PLN di 0561 123. Ia memastikan laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti.

Masyarakat juga dapat mendownload PLN Mobile di Play Store melalui Android. Aplikasi ini bisa untuk mengecek pelayanan PLN.
“Jadi tidak ada pemadaman, karena kita masih surplus. Kemarin saya monitor teman-teman di lapangan gangguan karena angin, tapi bisa di atasi,” demikian Agi.

Terpisah, Humas PLN Area Sanggau, Hendra menjamin tak ada pemadaman listrik selama Ramadan. Secara sistem, kondisi listrik di Sanggau dan sekitarnya tak ada masalah. “Artinya kita dari segi daya kita mampu, dan segi jaringan tentu kita dalam kondisi yang siap. Kita tidak ada kekurangan daya. Jadi tidak ada pemadaman,” kata Hendra, Kamis (17/5).

Hanya saja ia menjelaskan dua terminologi (istilah) yang berbeda antara “padam” dan “pemadaman”. Menurutnya, pemadaman, jika kondisi pembangkit disebabkan kekurangan daya, adanya pemeliharaan, perawatan mesin atau kendala jaringan distribusi listrik.

“Tapi sampai sejauh ini tidak ada. Kondisi pembangkit kita itu dayanya sudah cukup. Lebih dari kebutuhan masyarakat Kabupaten Sanggau dan sekitarnya. Termasuk jaringan-jaringan, sudah kita awasi dan bersihkan jauh sebelum bulan puasa,” tuturnya.

Sedangkan padam sambung dia, adalah kondisi yang di luar kemampuan dan prediksi PLN. Seperti cuaca buruk atau jaringan yang tertimpa pohon. Atau seperti kemarin, ada yang main layang-layang. Karena ini kan hari libur, ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat bermain layang-layang. “Jadi hal-hal yang di luar kemampuan PLN itu kan tak bisa kita prediksi. Tapi untuk pemadaman tidak ada. Kita kondisi sudah siap,” ungkapnya.

Jika terjadi listrik padam, Hendra menjelaskan, PLN sudah memilik Standar Operasional Prosedur (SOP). Para petugas akan bekerja cepat untuk memperbaiki jaringan yang rusak agar suplai listrik ke pelanggan tak terganggu. Jangan sampai masyarakat merasakan padam yang lama.

“Tapi kalau ranting pohon itu bagaimana kita mau mencegahnya. Kalau untuk layang-layang, kita secara persuasif memberikan pemahaman ke masyarakat atau sekolah-sekolah, agar jangan bermain layang-layang di dekat instalasi PLN. Kalau pemadaman sendiri aman, daya, maupun distribusi. Semuanya dalam kondisi fit,” pungkasnya.

 

Laporan: Maulidi Murni, Dedi Irawan, Kiram Akbar

Editor: Arman Hairiadi