RSUD Bengkayang Jadi Andalan Warga Perbatasan

218
TINGKATKAN PELAYANAN. Petugas RSUD Bengkayang me- layani pasien diare yang mewabah di Bumi Sebalo. KURNADI -RK

eQuator – Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Bengkayang terus berbenah dan memperbaiki pelayanan. Letaknya di kawasan perbatasan antarnegara, menjadi dasar agar warga Bengkayang dan Kalbar umumnya tidak berobat ke Malaysia.

“Kami terus melakukan pembenahan dan perbaikan di bidang pelayanan kesehatan. Terutama untuk melayani masyarakat Bengkayang dan sekitarnya, agar mereka tidak lagi berobat ke Malaysia,” kata Yosep G, S.Kep, MM, Direktur RSUD Bengkayang kepada Rakyat Kalbar, Minggu (8/11).

Bengkayang berbatasan dengan Serikin, Sarawak—Malaysia Timur. Untuk mempermudah pelayanan, RSUD Bengkayang sudah menempati gedung baru di Jalan Guna Baru Trans Rangkang. Sedangkan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Rawat Inap masih di gedung lama.

“Gedung baru ini sudah diisi dan ditempati beberapa bangunannya. Bahkan sudah dilakukan perbaikan maupun pembenahan di beberapa ruangan dan akses jalannya. Sehingga kedepan masyarakat Bengkayang semakin mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik,” ungkap Yosep.

RSUD Bengkayang terus berpacu dengan waktu untuk meningkatkan pelayanan. Apalagi Bengkayang masuk kawasan segitiga emas dan perbatasan, terpencil, pedalaman serta kepulauan. Jika memiliki RSUD yang baik dengan terus meningkat tipenya, maka semakin baik pula pelayanannnya.

“Untuk petugas, baik dokter dan tenaga medis, RSUD Bengkayang memiliki delapan dokter, kerjasama dengan Universitas Hasanuddin Makassar dan juga dokter RSUD yang sudah ada, yaitu dr Alexander, Sp.PD, drg Sugesti Handayani, dr. Sri Hartati Ginting, dr I Made Paulus Benny, dr Diantus, dr Sabam James Sinambela, dr Mario Teswaran Lobo, dr Ana Q.N dan dr Alice yang semuanya merupakan dokter umum dan spesialis. Ditambah petugas perawat, apoteker, bidan, analis farmasi, pranata laboratorium, nutrisionis, radiografer, sanitarian, fisioterafis, assiten apoteker, perawat gigi, petugas kebersihan dan lainnya. “Mereka semua terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Yosep.

Di internal wilayah Kalbar, letak RSUD Bengkayang begitu penting dan strategis. Bengkayang berbatasan langsung dengan Kabupaten Landak dan Sambas serta Kota Singkawang. Maka peranan dan keberadaannya sangat penting sebagai tujuan utama masyarakat untuk berobat, konsultasi dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dukungan masyarakat Bengkayang dan semua pihak sangat dibutuhkan, untuk terus meningkatkan pelayanan yang baik,” harap Yosep.

Beberapa waktu lalu, begitu mewabahnya kasus diare di Bengkayang, sehingga ratusan warga, umumnya anak-anak menjadi penderita. Tujuan utama mereka pasti mendapatkan pelayanan kesehatan. Perobatan dan pertolongan ada di RSUD Bengkayang. “Kita sangat bersyukur dengan seluruh kemampuan yang dimiliki, masyarakat benar benar tertolong dalam upaya mengatasi berbagai penyakit, khususnya diare,” paparnya.

Saran dan kritik juga diperlukan untuk pelayanan terbaik di RSUD Bengkayang. Ada 119 petugas yang sudah siap melayani masyarakat, berdasarkan bidang ilmu dan keahlian masing-masing yang sudah terjadwal di RSUD. “Jadi kami selalu siap melayani masyarakat Bengkayang,” ucap Yosep.

Dekter umum RSUD Bengkayang, dr Mario Teswaran Lobo menegaskan, kualitas pelayanan kesehatan di Bumi Sebalo ini menjadi tanggungjawab bersama. Baik rumah sakit dan Pemkab Bengkayang, juga masyarakat. “Pihak rumah sakit terus berupaya bekerja agar tujuan tersebut tercapai,” katanya.

Harapannya, Pemkab juga berbuat demikian. Kebijakan pemerintah daerah harus sinergis dalam mendukung rumah sakit. Seiring perkembangan waktu, beban pelayanan kesehatan terus meningkat. Perlu ada kajian atau evaluasi bersama tentang permasalahan atau kendala yang masih belum teratasi. Selain itu, ke depan harapannya ada peningkatan kesejahteraan bagi seluruh karyawan rumah sakit. “Petugas kesehatan dituntut untuk bekerja secara professional. Namun kesejahteraannya masih perlu mendapat perhatian,” tegas dr Mario.

“Gaji pegawai kontrak masih tergolong rendah. Program untuk meningkatkan pengetahuan pendidikan petugas masih perlu di tambah, agar profesionalisme kerja selalu terjaga. Sehingga mutu pelayanan dapat selalu terjamin,” sambung dr Mario.

Laporan: Kurnadi

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here