Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

16
PEMUSNAHAN. Sejumlah pihak memusnahkan ribuan telur dan ayam serta bibit tanaman asal Malaysia dengan cara dibakar, Jumat (5/10)—Warga for RK
PEMUSNAHAN. Sejumlah pihak memusnahkan ribuan telur dan ayam serta bibit tanaman asal Malaysia dengan cara dibakar, Jumat (5/10)—Warga for RK

eQuator.co.idEntikong-RK. Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200 butir telur ayam dari Malaysia. Selain telur ayam, 70 kilogram ayam bekuan dan media pembawa hama penyakit karantina berupa bibit tanaman juga dimusnahkan. Dengan cara dibakar.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Operasional SKP Entikong, Khaerudin mengungkapkan, pemusnahan ini untuk mencegah penyebaran dan masuknya penyakit flu burung ke tanah air.

“Barang bukti pemusnahan didapat dari pencegahan yang dilakukan SKP Entikong, Satgas Pamtas dan Bea Cukai di PLBN Entikong serta jalur tikus di sekitar PLBN,” kata Khaerudin usai melakukan pemusnahan di Kantor SKP Entikong, Jalan Lintas Negara Malindo, Jumat (5/10).

Dia menjelaskan, saat dilakukan pencegahan, pemilik barang melarikan diri. Sehingga tidak bisa dilakukan penegakan hukum. Meski begitu, pemusnahan tetap dilakukan. “Karena dikhawatirkan produk unggas ini terinfeksi virus penyebab flu burung yang dapat mengganggu kesehatan konsumennya,” tuturnya.

Khaerudin menambahkan, Kalimantan Barat saat masih bebas flu burung. Namun bisa saja terancam. Karena Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalbar ini sudah dilanda wabah penyakit tersebut.

“Karena itu penyebaran dan masuknya penyakit tersebut perlu diantisipasi dengan menolak dan memusnahkan produk unggas baik segar maupun bekuan,” terangnya.

Kedepan pihaknya akan terus memantau perkembangan dari lembaga internasional yang mengetahui peta penyebaran virus ini. “Sejauh ini hasil koordinasi kami, Entikong dan perbatasan masih bebas flu burung tapi kita tetap harus waspada,” jelasnya.

Yang menjadi atensi betul, sambung dia, adalah upaya pemasukan produk unggas dari jalur tikus di sekitar PLBN. Jalur ini cukup rawan dilewati produk unggas yang terinfeksi virus penyebab flu burung. Karena tidak melalui pemeriksaan.

“Maka dari itu, untuk pengawasan di jalur-jalur ini kita menggandeng berbagai pihak seperti Satgas Pamtas dan Kepolisian,” pungkasnya.

Laporan: Kiram Akbar

Editor: Ocsya Ade CP