Resmikan Puskesmas Parit Mayor, Sutarmidji Berharap ke Depan Bisa untuk Persalinan

Semakin Sedikit Pengunjung, Artinya Kesehatan Warga Kian Baik

50
SUSURI RUANGAN. Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyusuri ruangan Puskesmas Parit Mayor yang baru diresmikannya, Sabtu (10/2). Humas Pemkot for RK

Warga di Kelurahan Parit Mayor dan sekitarnya akan merasa nyaman bila berkunjung di Puskesmas Parit Mayor. Betapa tidak, sebuah gedung berdiri megah di Jalan Tanjung Raya II Gang Nusa Indah Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat. 

Maulidi Murni, Pontianak

eQuator.co.id – Puskesman Parit Mayor diresmikan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dengan menandatangani prasasti, Sabtu (10/2). Sebelumnya, Puskesmas Parit Mayor terletak di pinggir sungai Kapuas. Tepatnya di Parit Mayor berbatasan antara Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya. Kondisinya pun sudah tidak layak.

“Makanya kita bangun yang baru ini supaya lebih nyaman,” ujarnya usai meninjau Puskesmas Parit Mayor yang diresmikannya.

Walaupun hanya untuk rawat jalan, tetapi ke depan untuk persalinan juga harus ada di Puskesmas Parit Mayor. Puskesmas ini tidak melayani rawat inap lantaran pertimbangannya rumah sakit yang ada tidak jauh dari lokasi. Sebut saja Rumah Sakit Yarsi dan RSUD Sudarso.

Puskesmas yang dibangun dengan dana APBD senilai Rp2,98 miliar ini hanya diperuntukkan bagi rawat jalan supaya bisa lebih maksimal dalam pelayanannya. Sutarmidji berharap, kehadiran Puskesmas yang baru dibangun ini bisa melayani masyarakat secara maksimal, terutama untuk tindakan preventif maupun promosi kesehatan. “Puskesmas ini lebih ditekankan pada promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan,” lugasnya.

Pria yang karib disapa Midji ini tidak berharap Puskesmas semakin banyak dikunjungi orang. Sebaliknya, semestinya jumlah pengunjung Puskesmas semakin hari semakin berkurang. “Itu berarti kesehatan masyarakat semakin baik,” sebutnya.
Pembangunan sarana dan prasana di bidang kesehatan memang menjadi prioritas Pemerintah Kota Pontianak. Pihaknya setiap tahun tetap berupaya memperbaiki sarana prasarana kesehatan. Bahkan, pembangunan Puskesmas di lahan eks Kantor Camat Pontianak Kota, Jalan Pangeran Natakusuma ditargetkan tuntas tahun ini juga. “Di sana nanti untuk rawat inap khusus persalinan,” ungkapnya.
Wali Kota dua periode ini menyebutkan, pembangunan sektor kesehatan di Kota Pontianak sudah semakin baik. Hal itu terlihat dari Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), Kota Pontianak berada di rangking 22. Sementara, daerah-daerah yang ada di wilayah Kalbar rata-rata berada di bawah peringkat 300.

“Kita satu-satunya di rangking 22. Artinya Indeks pembangunan kesehatan masyarakat kita semakin tahun semakin baik,” harapnya.

Midji berharap, mudah-mudahan progresnya tidak menurun di tahun ini. Pasalnya, tahun ini ada survei lagi untuk menentukan IPKM.

“Saya berharap ada progres kita, mungkin antara 15 hingga 20,” ucapnya.
Target-target capaian bidang kesehatan dinilainya rata-rata melebihi dari target yang ditentukan. Dia pun mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak yang disebutnya semakin baik dalam melayani masyarakat. Kalaupun ada keluhan-keluhan dalam pelayanan, menurutnya itu hal yang lumrah. Sebab yang dilayani adalah orang yang sedang menderita sakit, sehingga tidak selamanya bisa memuaskan mereka.

Namun ia menyebut, masyarakat juga perlu mendapat edukasi bahwa apabila sudah di rawat di rumah sakit, maka serahkan sepenuhnya kepada dokter dan perawat. “Jangan keluarga pasien merasa lebih pintar dari dokter. Itu yang kadang terjadi,” tuntas Midji.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjelaskan, Puskesmas Parit Mayor ini terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan 642 meter persegi di atas lahan seluas 1.114 meter persegi. Lantai dasar dikhususkan untuk pelayanan publik. Terdiri dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD), Ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB). Ke depannya akan dipergunakan untuk persalinan normal, ruang gizi serta ruang imunisasi, ruang laktasi, ruang farmasi, ruang pemeriksaan, ruang gigi, ruang rekam medik, ruang promosi serta ruang laboratorium. “Sedangkan di lantai dua khusus administrasi serta aula pertemuan,” jelas Handanu. (*)

 

Editor: Arman Hairiadi