Residivis Tewas Diterjang Timah Panas

Perampok Kepergok Pemilik Rumah

KORBAN PERAMPOKAN. Suryanto ditemui awak media di Mapolresta Pontianak, Selasa (20/11). Andi Ridwansyah-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Melawan saat dibekuk, MI alias Bujang tewas diterjang timah panas polisi di bagian paha kanannya. Residivis 33 tahun ini merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan di rumah milik Suryanto, Jalan Tanjung Sari, Pontianak Tenggara, Selasa (20/11) sekira pukul 15.32 WIB.

Aksi Bujang terbilang nekat. Sore hari tanpa ragu menjarah rumah korbannya. Bahkan warga Gang Sabang Jalan Gusti Situt Mahmud Siantan Hulu, Pontianak Utara sudah merencanakan aksinya dengan matang. Segala perlengkapan sudah dipersiapkan, mulai celurit, linggis dan lainnya.

Saat melakukan aksinya, rumah korban dalam keadaan kosong. Namun naas bagi Bujang, saat ‘bekemas’ pemilik rumah pulang. Hingga aksinya harus terhenti.

“Saya heran sampai di rumah lihat pagar sudah terbuka, kemudian jendela kami sudah terbongkar. Saya kemudian masuk dan membawa kayu, karena saya pikir pasti ada sesuatu di dalam,” ujar Suryanto.

Saat masuk kea dalam rumah, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 46 tahun itu melihat kamarnya sudah acak-acakan. Kemudian ia dan ayah mertuanya masuk ke ruang tamu. Ternyata Bujang keluar sambil menodongkan senjata tajam kepada mereka. “Dia mengancam akan membacok kami,” katanya.

Suryanto dan mertuanya coba melawan pelaku. Beruntung  mertuanya terjatuh, sehingga tidak kena sabetan celurit.

“Cuma saya yang kena bacokan di bagian jari tengah dan manis  tangan kanan saya, karena coba menghindar,” tuturnya.

Usai melukai korban, tersangka lari. Lantaran diteriaki maling, tetangga korban berkeluaran. “Saya sudah tidak mampu lagi dan dibawa ke rumah sakit, karena jari tengah mendapat delapan jahitan dan jari manis tiga jahitan,” papar Suryanto.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menuturkan, pelaku menjalankan aksinya seorang diri. Masuk ke rumah korban yang dalam keadaan kosong. Pelaku mengemasi barang korban seperti handphone, jam tangan, cincin, dan laptop.

Namun saat sedang beraksi, pemilik rumah pulang. Pelaku berupaya menyekap pemilik rumah. Namun korban melakukan perlawanan. “Sehingga korban mengalami luka sayat di ketiga jarinya dan sekarang sudah mendapatkan perawatan rumah sakit,” tuturnya.

Bujang sempat berusaha kabur. Warga yang mengetahui aksinya berupaya mengejar. Kepolisian yang mendapatkan laporan, bergegas mengejar pelaku. “Anggota Jatanras dibantu anggota Reskrim Polsek Pontianak Selatan melakukan pengepungan terhadap pelaku,” jelasnya.

Pelaku bersembunyi di sebuah rumah kos-kosan di Gang Harapan Media beberapa meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Ia dikepung massa dan petugas kepolisian. Saat akan dibekuk, pelaku melakukan perlawanan. Anggota Polisi terpaksa melumpuhkan dengan menembak paha pelaku. “Setelahnya massa berhasil mengamankan pelaku,” jelasnya.

Setelah dilumpuhkan, pelaku dibawa ke rumah sakit  Bhayangkara. Namun nyawa tersangka tidak dapat tertolong. “Karena pendarahan,” ucapnya.

Kepolisian masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Apakah dalam aksinya Bujang seorang diri atau ada pelaku lain yang turut membantu.

“Dari data kami bahwa yang bersangkutan telah melakukan lebih dari tiga kali melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan dan bolak-balik di penjara,” terang Kapolresta.

Dari tangan pelaku, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit motor matic Mio, senjata tajam jenis celurit, tang warna merah, dan linggis kecil warna biru. Barang-barang tersebut digunakan pelaku sebagai sarana tindakan pencurian dengan kekerasan.

 

Laporan: Andi Ridwansyah

Editor: Arman Hairiadi