PSSI Kalbar Seleksi Pemain

Diizinkan Ikut Pra PON

Muhammad Husni

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Setalah melewati proses yang cukup panjang dan alot, akhirnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memberikan izin bagi cabang olahraga (Cabor) sepakbola untuk bisa tampil di PON XIX tahun ini. Bak gayung bersambut, PSSI Kalbar yang memang mengidam-idamkan atletnya bisa tampil, langsung membuka seleksi atlet bagi semua klub yang tergabung di bawah Asosiasi PSSI 14 kabupaten kota se-Kalbar, mulai Senin (29/2).

Sekretaris Umum PSSI Kalbar, Muhammad Husni menyampaikan, bahwa para atlet yang terpilih nantinya, akan dikirim ke Jawa Barat untuk melaksanakan Prakualifikasi PON, tanggal 20-30 Maret. Di mana Prakualifikasi PON ini wajib dilalui oleh setiap Cabor, sebagai prasyarat utama dalam keikutsertaannya di PON. “Seleksi ini akan dibuka mulai Senin, tanggal 29 sampai tangal 2 Maret. Jadi tiga hari berturut-turut. Kita akan cari 17-20 pemain, jumlah ini sudah termasuk cadangan,” ujar Husni, Minggu (28/2).

Dia mengatakan, terdapat beberapa hal yang ditekankan oleh tim juri, diantaranya berasal dari pengurus dan pelatih PSSI sendiri serta mantan pemain bola senior dalam hal seleksi yang dijalankan para atlet.”Ada beberapa penilaian yang dilakukan, pertama fisik, permainan dan manajemen lapangan, bagaimana pemain ini bisa kerjasama. Di samping itu, kita juga melihat jam terbang pemain dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dalam Pra PON ini, Kalbar masuk dalam zona kalimatan. Lawan Kalbar nanti, seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Saat ini kata Husni, agak sulit membaca peta perlawanan, mengingat informasi disetujuinya sepakbola bisa ikut PON ini cukup mendadak, sehingga semua daerah yang berada dalam zona ini belum siap. “Memang, sejak 25 tahun lalu kita tidak pernah masuk ke PON. Baru periode ini kita masuk lagi. Tapi kita sangat optimis, bisa lolos PON,” lugas Husni.

Terkait soal pendanaan, Husni mengatakan bahwa transportasi dan akomodasi selama di Jawa Barat ditanggung oleh Kemenpora, termasuk dua set baju klub. Selebihnya, pihaknya akan berjuang untuk mencari sponsor dan donasi lainnya.

“Saya paham, KONI tidak bisa menganggarkan lagi, karena Pra PON pertama kan dibubarkan oleh Kementerian, habis uang Rp175 juta. Tapi dengan diperbolehkannya bola bisa ikut Pra PON kami sudah bersyukur, makanya saya terima kasih benar lah dengan KONI yang sudah banyak membantu kami, baik dari dana maupun mengupayakan agar bola ini bisa ikut Pra PON,” ucapnya.

Kepada para atlet, Husni pun menyampaikan agar tidak berharap banyak dengan kondisi yang serba terbatas ini. Dia sangat berharap bahwa semangat atlet Kalbar untuk bisa lolos ke PON dan membawa pulang medali tidak pernah padam. “Memang ini benar-benar berjuang kita untuk nama baik Kalbar. Kami tetap upayakan semaksimal mungkin untuk uang saku atlet, bonus mereka dan lain sebagainya. Tapi yang penting sekarang kita berjuang dulu, karena saya yakin semua pasti ada jalannya,” demikian Husni. (fik)