PSSI Kalbar Minta Menpora Tak Banding Lagi

202
SEPI. Gara-gara kisruh, pertandingan sepakbola di Kalbar cenderung menurun intensitas- nya. FIKRI AKBAR

eQuator – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalbar berucap syukur terkait dimenangkannya perkara gugatan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) 28 Oktober lalu.

Melalui surat pemberitahuan dari PSSI kepada seluruh PSSI daerah termasuk Kalbar, pada 5 November 2015 disebutkan bahwa PTTUN dalam amar putusan bernomor 266/B/2015/PT.TUN/JKT menguatkan keputusan PTUN nomor 91/G/2015/PTUN.JKT tertanggal 14 Juli 2015.

Yang sebelumnya memerintahkan kepada Menpora untuk membatalkan dan mencabut Surat Keputusan (SK) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor: 01307/2015 tentang Pembekuan PSSI.

“Bagus. Artinya kita sangat menyambut baik dengan keputusan ini dan harus dipatuhi. Karena hukum menjadi barometer kita bahwa jalur-jalurnya sudah terpenuhi,” ujar Sekretaris PSSI Provinsi Kalbar, Muhamad Husni, Senin (9/11).

Dengan kekalahan yang kedua kalinya ini, PSSI Kalbar berharap Menpora tidak memperpanjang lagi masalah ini. Yakni dengan tidak melakukan banding untuk yang ketiga kalinya. Dia berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan aspek manfaat dari dikeluarkannya diktum dari PTUN dan PTTUN tersebut.

“Saya tidak bilang Menpora-nya saja. Artinya pemerintah, jangan memperpanjang lagi, kasihan masyarakat bola. Di samping itu ini juga berdampak pada ekonomi, penjual-penjual aksesoris, kasihan, banyak aspeklah (yang perlu diperhatikan, red),” paparnya.

Selain itu, kerugian terbesar yang dialami akibat sengkarut ini adalah gagalnya kejuaraan perdana Prakualifikasi PON yang digelar di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (4/10) lalu. Hal itu tentu sangat mengecewakan para insan pesepakbolaan Kalbar.

“Padahal baru main lima menit, terpaksa distop. Padahal menurut surat dari KONI, apabila suatu cabang olahraga, tidak hanya bola, tidak mengadakan Pra PON maka cabang tersebut tidak bisa ikut PON. Memang kita masih ada waktu sampai Desember, tapi uang KONI sudah habis. Kalau mau diadakan pra PON lagi uang dari mana?,” keluh Husni.

Terkait Pra PON dan PON, PSSI Kalbar selanjutnya akan menunggu arahan dari PSSI pusat. Apakah tetap lanjut melaksanakan Pra PON dengan kondisi yang ada atau tidak dengan konsekwensi pembinaan menjadi stagnan dan harus menunggu empat tahun lagi.

“Kita akan menunggu, seperti apa arahan dari pusat. Saya kira keputusan PTTUN ini tidak terlambat, karena prosedur hukumnya seperti itu. Kita hormati. Mudah-mudahan ke depan kita dapat melihat sepakbola lebih maju lagi dan tentunya dari kita juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh,” timpalnya.

Lebih jauh lagi, Husni berharap bahwa momentum ini bisa menjadi titik awal bagi perkembangan sepakbola Kalbar ke depan. “Pembinaan sepakbola melalui sekolah sepakbola dan sepakbola anak usia dini harus dipertandingkan,” paparnya.

Reporter: Fikri

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here