Potensi Pariwisata Kayong Utara Menjadi Incaran Wisatawan Dunia

Bupati: Pemkab Siapkan Raperda tentang Larangan atau Sanksi Membuang Sampah Sembarangan

13
Ramah Tamah. Bupati Kayong Utara, Citra Duani menggelar ramah tamah serta melepas kepulangan lima traveller dunia di Tanjung Belimbing, Jumat (26/10). Humas for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Sukadana-RK. Bupati Kayong Utara, Drs Citra Duani menggelar acara malam ramah tamah serta melepas kepulangan lima traveller dunia di alam terbuka hijau, Kampung Wisata Tanjung Belimbing, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Jumat (26/10).

“Kampung Wisata Tanjung Belimbing merupakan destinasi wisata baru di Sukadana. Hasil dari swadaya masyarakat yang inovatif dan kompak, sehingga menyulap area perkebunan menjadi taman wisata alam terbuka. Dengan membudidayakan madu kelulut di sekitarnya, sehingga menjadikan Kampung Wisata Tanjung Belimbing sebagai daerah wisata baru di Kabupaten Kayong Utara yang sangat menjual, baik bagi wisatawan lokal maupun internasional,” ujar Citra Duani.

Setelah selama 12 hari menjelajahi potensi objek wisata di Tanah Bertuah Kayong Utara, para traveller diajak bersantai menghilangkan penat menikmati dinginnya alam terbuka. Sambil mendengarkan desiran aliran sungai serta merdunya permainan musik Senggayong sembari diterangi oleh ratusan pelita obor yang disuguhkan oleh masyarakat Dusun Tanjung Belimbing. Untuk mengantar kepulangan lima traveler keesokan harinya.
“Suasana yang menyatu dengan alam seperti inilah yang mereka cari. Mereka berani membayar mahal untuk dapat menikmati suasana ini. Mungkin hal yang biasa bagi kita, tetapi luar biasa bagi mereka. Sebenarnya acara ramah tamah di sini mereka yang meminta kepada saya. Mereka terkesan pada kunjungan pertama di Kampung Wisata Tanjung Belimbing dan ingin kembali ke sini untuk sekadar bersantai dan menikmati alam,” ulasnya.

Selanjutnya di hadapan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat yang hadir, Bupati Citra Duani menyatakan keseriusannya menjadikan pariwisata di Kabupaten Kayong Utara. Sebagai incaran bagi para pelancong dan traveller dunia untuk berkunjung. Langkah awal untuk menarik wisatawan adalah menjadikan Kayong Utara Bersih dan Bersinar, sehingga membiasakan masyarakat untuk hidup bersih.
“Kita sudah memiliki modal yang besar. Yaitu alam yang indah, laut yang kaya, hamparan taman nasional yang ekosistemnya tetap terjaga dengan menyumbangkan oksigen kepada dunia. Kita hanya perlu menjaganya. Dengan prilaku hidup bersih serta tidak membuang sampah sembarangan. Dimulai dari diri sendiri, lalu perkarangan rumah, berkembang di lingkungan kantor/sekolah dan tempat umum. Saya akan membuat gerakan bersih di Kayong Utara serta merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Larangan atau Sanksi Membuang Sampah Sembarangan,” ulasnya.

Tak hanya itu, Citra Duani menegaskan, “Saya akan membuat edaran bagi seluruh instansi yang ada. Mulai dari tingkat desa, camat, puskesmas, sekolah dan kantor OPD untuk setiap minggu ada jadwal gotong royong membersihkan sampah. Ini untuk contoh bagi masyarakat kita,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati berharap masyarakat Dusun Tanjung Belimbing dan seluruh lingkungan masyarakat lainnya untuk tetap menjaga kekompakan sesama warga. Sekaligus tetap berpikir inovatif dalam mengembangan wisata alam.

“Pesan saya kepada masyarakat agar terus menjaga kekompakan, berpikirlah inovatif serta pandai-pandai membaca peluang di lingkungan sekitarnya. Dengan memanfaatkan alam yang ada tanpa harus merusak. Saya imbau anak-anak, bapak-bapak serta ibu-ibu agar mau belajar berbahasa Inggris. Karena dalam waktu tidak lama ini teman dari kelima traveller ini akan berkunjung ke Kayong Utara. Untuk memberikan pelajaran gratis berbahasa Inggis kepada masyarakat. Kita akan manfaatkan saung yang ada di Kampung Wisata Tanjung Belimbing ini menjadi tempat sekolahnya,” ucap Bupati Kayong Utara.

Sementara itu, seorang traveller asal Kanada, David mengapresiasi ihwal keseriusan Bupati Citra Duani dalam menanggulangi sampah sekaligus meningkatkan pariwisata di Kabupaten Kayong Utara.

“Saya sangat menikmati waktu selama 12 hari di sini dan sejujurnya saya masih betah di sini. Saya mencintai keindahan alam dan kultur budaya dan keramahan masyarakat Kayong Utara. Hanya saja persoalan kebersihan masih menjadi permasalahan selama kami berkeliling di sini. Masih banyak masyarakat yang tidak peduli kebersihan serta membuang sampah sembarangan. Saya akan mengajak teman-teman para traveller lainnya untuk datang ke Kayong Utara. Misinya ingin mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan serta akan memberikan pelajaran berbahasa Inggris kepada masyarakat,” ujar David.

Reporter: Kamiriluddin
Redaktur: Andry Soe