PLN Tak Jelas Dukung Sail Selat Karimata

RAKOR. Gubernur Cornelis memberikan sambutan rapat koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Sail Selat Karimata di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (2/8). ISFIANSYAH

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Masih banyak kendala yang dihadapi menjelang pelaksanaan Sail Selat Karimata yang akan dihadiri Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) Oktober 2016 mendatang.
Kendala yang belum teratasi hingga saat ini, kesiapan pasokan listrik dari PLN. Kemudian ketersedian toliet bagi para pengunjung dan infrastruktur jalan maupun jembatan, serta transportasi laut dan udara.
“Kesiapan PLN harus benar-benar dijaga. Jangan sampai nanti presiden lagi bicara, tiba-tiba listrik mati,” tegas Gubernur Drs. Cornelis, MH ketika memimpin rapat coordinator (Rakor) persiapan Sail Selat Karimata di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (2/8).
Gubernur ‪Conelis menegaskan, dalam waktu dekat akan menyurati PLN, menanyakan kesiapan mereka mendukung pelaksanaan Sail Selat Karimata.
“PLN ini memang belum jelas. Nanti kita akan surati, apakah mereka siap atau tidak. Kalau mereka siap, gimana cara siapnya, apakah dengan genset atau tambahan daya. Jadi kita belum tahu,” tegasnya.
Rakor melibatkan seluruh leading sektor yang terlibat Sail Selat Karimata di Kabupaten Kayong Utara, baik skala daerah maupun nasional. Rakor dihadiri Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Dr. Syafri Burhanuddin, Kementerian Pariwisata, kepolisian dan TNI, serta seluruh dinas dan instansi terkait Pemprov Kalbar.
Gubernur Cornelis meminta persiapan kegiatan serta pelayanan dioptimalkan. Seluruh instansi yang terlibat harus bekerja bersungguh-sungguh dan bertanggungjawab. Sehingga Sail Selat Karimata bisa terwujud dengan sukses dan Kalbar bisa dikenal dunia, sebagai daerah memiliki potensi pariwisata yang lebih menarik dari belahan dunia lain.
“Tujuan utama kegiatan Sail Selat Karimata ini, bagaimana memperkenalkan Kalimantan ke dunia internasional yang memiliki potensi pariwisata sangat indah dan alami. Baik hutan hujan tropis maupun potensi pariwisata kepulauan yang belum banyak terekspose,” jelas Cornelis.
Cornelis juga memerintahkan SKPD-nya bekerja sesuai tugas dan tanggungjawabnya. Demi menyukseskan kegiatan yang berpotensi menyedot kunjungan hingga 5.000 orang, baik infrastruktur maupun transportasi.
Seperti perbaikan jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, Cornelis meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera memperbaiki akses jalan menuju Kayong Utara. Sehingga tidak menghambat perhelatan kegiatan yang rencananya akan dibuka Presiden Jokowi.
“UPJJ turunkan, segera bertindak. Saya tahunya laporan beres. SK juga sudah saya teken,” papar Cornelis.
Selain transportasi darat, akses transportasi laut, sungai dan udara juga diharapkan dilakukan pembenahan. Mantan Bupati Landak itu juga berkoordinasi dengan pihak keamanan, agar pelaksanaan Sail Selat Karimata bebas dari berbagai macam gangguan.
“Saya menekankan, agar pada puncak Sail Selat Karimata di Pulau Datok, benar-benar diperhatikan faktor keamanannya,” katanya.
Demikian juga persiapan upacara HUT Kemerdekaan 17 Agustus yang rencananya menjadi salah satu rangkaian Sail Selat Karimata. Cornelis meminta panitia membuat imbauan kepada beberapa kabupaten untuk mengirim utusan pelajarnya. “Setiap kabupaten minimal 10 pelajar ke Pulau Karimata,” ungkapnya.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Dr. Syafri Burhanuddin mengatakan, tanggal 17 Agustus akan dilaksanakan upacara bendera dengan mengundang seluruh pelajar di Kalimantan Barat.
Dijelaskan Syafri, empat provinsi penyelenggara Sail Selat Karimata 2016, sebelumnya telah ditetapkan melalui surat empat gubernur provinsi di Selat Karimata No. 04/SB-Karimata/Xl/2014, yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Jambi. Panitia Pengarah Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya dan Panitia Pelaksana Tingkat Pusat, Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sail Selat Karimata 2016 terdiri dari empat kegiatan utama. Pertama, Seminar Nasional tentang Kemaritiman di Provinsi Jambi pada 25 Agustus 2016. Acara puncak yang akan dilaksanakan pada 15 Oktober 2016 mendatang di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Kementrian Pariwisata datang ke Kalbar guna meninjau kesiapan Sail Karimata yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kayong Utara. Menurutnya pihak Kementrian Pariwisata, ada beberapa hal serta catatan yang harus diperhatikan.
“Kami telah melihat kesiapan Sail Selat Karimata dan beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya masalah sampah. Jangan sampai dari awal hingga usai acara, sampah tidak dikoordinir dengan baik,” tegas Syafri.
Selain masalah sampah, Upacara 17 Agustus nantinya akan digelar saat hari puncak berlangsung, sebagai wujud rasa hormat kepada negara selain memperingati HUT RI.
“Selain akan adanya upacara, harus dipersiapkan adalah tarian kolosal untuk hari puncak. Itu harus diperhatikan agar lancar saat hari puncak berlangsung,” jelasnya.
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan, persiapan daerahnya sudah mencapai 80 persen. Termasuk penginapan untuk tamu VVIP dan Presiden Jokowi yang direncanakan akan membuka secara langsung Sail Selat Karimata.
“Pembukaan dilaksanakan di Pantai Pulau Datuk Sukadana, Ibu Kota Kabupaten Kayong Utara, dan akan dirangkai dengan peresmian Mesjid Agung Sukadana,” ungkap Hildi.
Hildi Hamid mengatakan, masalah krusial yang masih terjadi di Kayong Utara untuk persiapan Sail, terkait dengan penerangan. “Untuk masalah listrik ini, kita masih mengancam PLN,” tegasnya.
‪Hildi mengatakan, salah satu rangkaian acara yang nantinya akan disuguhkan, pagelaran tarian kolosal. Para penarinya dilatih oleh Guruh Soekarno Putra. “Yang ikut palatihan nanti dari anak muda Kayong Utara, ada 500 orang yang akan dilatih,” katanya.

Libatkan Pers
Pemprov Kalbar meminta pers ikut mempromosikan Sail Selat Karimata 2016 di Kayong Utara. Melibatkan berbagai media massa dan elektronik, termasuk media asing. Agar dapat mempromosikan hingga ketingkat dunia.
“Pada saat rapat di Kemenkomaritim, Gubernur Kalbar menugaskan saya. Rapat juga membahas tentang keterlibatan pers asing sebagai bentuk promosi dunia berkenaan dengan Sail Selat Karimata,” kata Wakil Gubernur Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM saat Rakor di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (2/8).
Christiandy menilai, kalau hanya mengundang Duta Besar (Dubes) negara-negara saja, namun tidak adanya keterlibatan pers dari negara-negara dari duta yang diundang, tentunya promosi tersebut dirasakan kurang. “Ini even internasional, mengundang para Duta Besar. Karena ini skala internasional, maka pers asing sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Laporan: Isfiansyah

Editor: Hamka Saptono