PLN Gandeng Perusahan Ternama Jepang

Bangun Sistem Energi Ramah Lingkungan

Ilustrasi : Internet

eQuator.co.id – Jakarta-RK. Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mencari cara dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Terutama energi listrik yang dihasilkan melalui proses yang minim polusi.

Untuk itu, PLN pun menjalin kerja sama dengan perusahaan ternama asal Jepang, Toshiba. Kerjasama tersebut dimaksudkan untuk membangun sistem energi berbasis hidrogen yang ramah lingkungan. Hingga kemudian bisa menyalurkan listrik ke daerah terpencil.
Dilansir VietnamPlus, nota kesepakatan (MoU) antara Toshiba Energy System and Solution Cooperation (Toshiba ESS) dan PLN telah ditandatangani pada Sabtu (14/10). Tepat dalam Forum Energi Indonesia-Jepang ke-6 yang akan diadakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).

Berdasarkan MoU, Toshiba ESS dan PLN akan melihat lagi kebijakan yang diperlukan untuk mengadopsi penggunaan H2One secara komersial di Indonesia pada 2023.
H2One adalah sistem terintegrasi yang menggunakan sumber energi terbarukan untuk mengelektronisasi hidrogen dari air. Kemudian menyimpan dan menggunakan hidrogen dalam sel bahan bakar untuk memberikan pengiriman listrik yang stabil dan bebas CO2 yang ramah lingkungan.
Kesepakatan antara dua perusahaan ini sejalan dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik Indonesia (RUPTL) PLN, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dari 12,25 persen pada 2017 menjadi 23 persen pada 2025.
Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari MoU yang ditandatangani Toshiba dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2018 lalu. Yaitu membicarakan mengenai survei bersama untuk mempercepat penyesuaian H2One di Indonesia.
Pengembangan dan lanjutan dari kesepakatan ini dilanjutkan oleh Toshiba pada September 2018. Toshiba juga mulai menyesuaikan H2One di Indonesia pada Februari 2019. Saat ini sistem tersebut sedang pada tahap uji coba.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi alternatif Indonesia dalam menghasilkan energi listrik dengan hasil yang lebih menyeluruh ke desa-desa. Selain itu, limbah yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. (RMOL)