Pilkada Melawi Harus Berjalan Aman dan Damai

ilustrasi. net

eQuator – Nanga Pinoh-RK. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Melawi tinggal 20 hari lagi. Diharapkan kesadaran berpolitik seluruh elemen masyarakat Melawi terus mengedepankan aman, nyaman dan damai. Seperti halnya pesta akbar demokrasi sebelumnya yang terlaksana secara aman dan damai di Kota Juang.

“Tidak sampai satu bulan lagi, masyarakat Melawi akan memilih pemimpin daerah ini. Kita berharap pesta rakyat lima tahunan sekali ini benar-benar berjalan dengan aman serta damai tanpa ada kekerasan,” ucap pemuda Melawi, Aspar.

Nilai-nilai ketimuran yang menjadi identitas masyarakat Indonesia benar-benar dijunjugi tinggi. Menurut Aspar, mestinya hukum menjadi panglima dalam pelaksanaan pesta akbar demokrasi di Kabupaten Melawi.

Semua pihak mestinya berpegang teguh pada aturan-aturan yang berlaku. Bila ada persoalan pun diselesaikan pada jalur atau mekanisme yang telah ditetapkan.

“Sebab nilai-nilai pancasila telah mengajarkan pada kita bagaimana berdemokrasi santun. Intinya azas pemilu menjadikan pedoman bagi kita, yakni luber dan jurdil. Kalau itu benar-benar kita laksanakan, insya Allah pemilu akan damai,” paparnya.

Dia lantas memberikan tips agar pemilu bisa berjalan aman dan damai dengan mengedepankan kejujuran. Semua pihak mesti mengedepankan pelaksanaan pemilu dengan jujur, terutama penyelanggaraan pemilu dari tingkat paling tinggi hingga paling bawah.

“Mulai dari penyelanggaraan pemilu dari KPU sampai KPPS di pelosok desa, penegak hukum dan Panwas, timses serta simpatisan semua jujur maka pemilu akan sukses sesuai dengan keinginan kita semua,” bebernya.

Menurutnya, pada prinsipnya, adanya pesta demokrasi untuk mendapatkan kekuasaan adalah jalan tanpa kekerasan. Semua pihak diberi kesempatan yang sama untuk mendapatkan kekuasaan dengan mekanisme yang telah diatur dalam suksesi.

“Sudah bukan zamannya lagi kita menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. Jangan sampai kita masyarakat Melawi yang selama ini aman, damai dan tentram menjadi masyarakat yang beringas, hanya gara-gara jagoan kita kalah,” ingatnya.

Terpenting, ulas Aspar, semua pihak yang bertarung masti siap kalah dan siap menang. Mulai dari pasangan calon, timses maupun pendukung serta simpatisan hingga pemilih mesti berbesar hati terhadap apapun keputusan akhir nantinya.

 

“Kalah dan memang dalam pertarungan adalah hal yang lumrah. Kalau pun menang adalah kemenangan masyarakat Melawi. Kita yang menentukan Melawi 5 tahun ke depan,” ulasnya.

 

Reporter: Sukartaji

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.