Peserta Audisi Liga Dangdut, dari Pengangguran sampai Ingin Bayarin Pengobatan Orangtua

21
TUNGGU GILIRAN. Para peserta audisi LIDA 2 menunggu giliran untuk dipanggil, Minggu (4/11). Bangun Subekti

eQuator.co.id-Pontianak. Peserta audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 berasal dari beragam latar belakang dan menyasar tujuan yang berbeda-beda. Dari pengangguran hingga ingin membiayai pengobatan orangtuanya.

Sebut saja Payang Sari. Wanita asal Putussibau ini datang ke audisi dengan tujuan ingin terkenal sebagai artis.
“Pastinya ingin terkenal. Saya juga nganggur di rumah, jadi ikutan aja,” tutur Payang ditemui eQuator.co.id di lokasi audisi, Gedung BKSDA Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Minggu (4/11).
Sebelum audisi, Payang telah berlatih mendalami lagu-lagu dangdut selama beberapa hari. Dirinya mengakui, hampir setiap hari berlatih menyanyi dangdut. Terus berusaha memperbaiki kualitas suaranya.

“Intinya sih terus berlatih aja. Kalau ditanya grogi atau nggak, saya sih nggak terlalu grogi. Santai aja,” pungkas Payang sembari segera masuk ke dalam ruang audisi.
Berbeda dengan Payang, Leo Putra yang berdomisili di Tanjung Raya Pontianak mengatakan, tujuannya ikut audisi adalah ingin bisa membiayai ayahnya. Yang terkena penyakit batu ginjal.

“Tujuan ikut ke sini, insya Allah, selain ingin terkenal, juga ingin membahagiakan kedua orang tua serta membiayai ayah saya yang terkena batu ginjal,” tuturnya.
Pria yang bekerja sebagai petugas gudang Indogrosir di Jalan Ahmad Yani 2 ini mengetahui adanya audisi LIDA 2 dari Instagram. Dirinya juga mengaku telah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk mengikuti audisi.

“Terus berlatih untuk menghafal dan mendalami lagu-lagu yang diwajibkan oleh panitia, selebihnya berdoa kepada Allah,” tutup Leo.

Pendaftaran audisi berlangsung selama satu hari. Dan ditutup pada pukul 16.00 WIB. (bek/miq)