Pemkot Bakal Bangun Rumah Sakit di Pontianak Utara

Edi Kamtono: Pengelolaannya Harus Benar-benar Bagus

30
JAWABAN WALI KOTA. Edi Rusdi Kamtono menyerahkan jawaban Wali Kota terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak, Senin (9/7). Gusnadi-RK
JAWABAN WALI KOTA. Edi Rusdi Kamtono menyerahkan jawaban Wali Kota terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak, Senin (9/7). Gusnadi-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Masalah kesehatan di Kecamatan Pontianak Utara menjadi salah satu sorotan seluruh fraksi dalam pemandangan umum (PU) DPRD Kota Pontianak sebelumnya. Senin pagi (9/7), hal tersebut dijawab Pemkot Pontianak yang memastikan akan membangun rumah sakit di kawasan Pontianak Utara.
“Sesuai visi misi kita, rumah sakit Kecamatan Pontianak Utara ke depan harus jadi,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamotono saat memberikan jawaban atas PU Fraksi-fraksi DPRD Pontianak terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Pontianak terhadap APBD 2017 di ruang sidang DPRD Pontianak, Senin pagi (9/7).
Edi menyebutkan, pihaknya tengah melakukan kajian atau studi kelayakan. Baik lokasi maupun hal lainnya yang dianggap perlu. Dipastikannya, rumah sakit tersebut akan dibangun. Apakah dengan melakukan penambahan fasilitas Puskesmas menjadi rumah sakit atau membangun rumah sakit baru.
“Nanti akan disusun studi kelayakannya, karena ada kaitan dengan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan kemampuan Pemkot mengelola rumah sakit,” ungkapnya.
Berbagai pertimbangan kata dia, harus dimatangkan. Tidak hanya fisik rumah sakit, sarana dan prasana berupa kelengkapan alat kesehatan, sampai pada tenaga medis mesti perlu dipersiapkan.
Karena pihaknya tidak ingin membangun asal-asalan.

“Kita ingin pengelolaannya benar-benar bagus dan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara keseluruhan. Sekarang semuanya sedang dikaji, utamanya melihat ruang rawat inap, UGD, perawat dan dokter spesialisnya,” tukasnya.
Edi menyebutkan, rumah sakit harus memiliki tenaga kesehatan yang sigap. Ketika terjadi kecelakaan atau pasien persalinan harus penanganan cepat. “Makanya mesti memiliki dokter spesialis cepat dalam penanganan ini,” tuntas Edi.
Sementaraitu, Wakil Ketua DPRD Pontianak Heri Mustamin yang ketika itu memimpin sidang paripurna menyatakan, secara umum jawaban Pemkot masuk akal. Terlebih sudah dibahas, bahkan mendapatkan predikat WTP dari BPK. “Saya pikir jawabannya sudah sesuai. Tapi tetap akan kita dalami dalam pembahasan APBD oleh badan anggaran,” katanya.
Heri menuturkan, pembangunan di Kota Pontianak masih perlu diperbaiki dari segala bidang. Terutama pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar.
“Memang masih banyak persoalan pembangunan di Kota Pontianak, seperti soal tiang listrik di tengah jalan, saluran, rumah sakit. Sebenarnya isu rumah sakit ini sudah lama, tapi untuk membangun itu tidak mudah,” paparnya.
Terkait pembangunan rumah sakit di Pontianak Utara, pihaknya sependapat dengan Pemkot Pontianak. Sebab sebuah rumah sakit diperlukan banyak dana. Jangan sampai setelah dibangun terbuang sia-sia tanpa memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Membangun gedungnya gampang, tapi SDM itu yang susah. Termasuk sarana dan prasarananya, terutama Alkesnya,” tutup Heri.

 

Laporan: Gusnadi

Editor: Arman Hairiadi