Pemkab Gandeng Kejaksaan dalam Pembangunan RSUD Kubu Raya

21
Batu Pertama. Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, dr Berli Hamdani melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSUD Kubu Raya di Kecamatan Rasau Jaya, baru-baru ini. Syamsul Arifin/RK.

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus mengingatkan agar pembangunan RSUD Kubu Raya Pratama Tipe D dikerjakan sesuai dengan aturan serta ketentuan yang berlaku.

“Saya tidak ingin di kemudian hari timbul kasus hukum yang dapat menjerat pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunannya. Kita akan pantau terus dan evaluasi pekerjaan ini,” tegas Wabup Hermanus usai melakukan pemancangan tiang pertama RSUD Kubu Raya, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Hermanus mengharapkan, konsultan pengawas dan perencana termasuk inspektorat harus pro aktif melakukan pengawasan secara intens.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, dr Berli Hamdani menuturkan, pengawasan yang dilakukan secara berlapis. Bahkan hal itu telah dilakukan sejak awal pembangunan.

“Tindakan pengawasan yang dilakukan mulai dari konsultan pengawas, tim monev (monitoring dan evaluasi) Dinkes, Inspektorat, Inspektorat Jenderal Kemenkes RI, BPK, BPKP serta TP4D Kejaksaan,” tegas Berli Hamdani.

Menurutnya, Tim Monev Dinkes telah dijadwalkan setiap sebulan sekali untuk menyampaikan progress pekerjaan. “Jika ditemukan ada yang terlambat maka konsekuensinya akan kita hentikan anggarannya. Bahkan bila perlu kita lakukan lelang ulang,” tegasnya.

Tak hanya itu, Berli berharap kontraktor untuk bekerja maksimal hingga malam hari. Langkah itu penting untuk mengejar target waktu hingga Desember mendatang. Mengingat waktu efektif hanya sekitar enam bulan.

Sementara itu, General Super Intendent PT Nadian Teknik Pratama, Edi memastikan, penyelesaian pembangunan akan rampung secara tepat waktu hingga Desember mendatang.

“Insya Allah, Desember sudah selesai. Karena sesuai dengan kontraknya,” ucap Edi.

Menurutnya, ada dua tahapan pekerjaan yang akan dilakukan. Tahap pertama pembangunan fisik bangunan dan tahap kedua mekanikal elektrikal. Empat bulan untuk pembangunan fisik dan dua bulan terakhir pengadaan mekanikal elektrikal yang bekerja sama dengan vendor kesehatan.

“Kalau untuk suplai material kita tidak khawatir. Apalagi kami sudah pernah pengalaman mengerjakan rumah sakit di Kayong Utara. Hanya yang kami ngerikan kendala non teknis yaitu cuaca hujan,” tuturnya.

Namun, Edi menegaskan, pihaknya akan mengerahkan paling sedikit 60 hingga 80 tenaga kerja. Yakni campuran tenaga lokal setempat maupun dari Pulau Jawa. Mereka akan disiapkan bekerja siang dan malam. “Kami tidak ingin dalam pekerjaan ini terjadi masalah. Jadi kami upayakan hati-hati,” janjinya.

Reporter: Syamsul Arifin

Redaktur: Andry Soe