Pemkab Fokus Tingkatkan Infrastruktur Dasar

ilustrasi. net

eQuator – Sambas. Pemkab Sambas saat ini fokus meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar di sektor sumber daya air, bina marga, cipta karya dan penataan ruang. Tujuannya, memberikan akses luas bagi masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Pengairan dan ESDM Kabupaten Sambas, Ir H Ferry Madagaskar MSi menjelaskan, sektor bina marga dan sumber daya air dialokasikan anggaran sebesar Rp 160,08 miliar melalui APBD, dan Rp 8,12 miliar melalui APBN. “Capaian kinerja sektor bina marga tahun 2014, indikator proporsi jaringan jalan kabupaten dalam kondisi baik 42,94 persen atau 229,98 kilometer. Ini telah melebihi target 290,98 kilometer,” jelasnya.

Sementara indikator proporsi panjang jaringan jalan desa dalam kondisi baik, mencapai 42,95 atau 317,46 kilometer di atas target 41,46 persen atau 299,48 kilometer. Hingga akhir tahun 2014, tersisa jalan kabupaten dalam kondisi rusak sepanjang 397,47 kilometer, dan jalan desa dalam kondisi rusak sepanjang 404,84 kilometer. “Ke depan, ini bisa menjadi prioritas bersama. Ini sejalan dengan upaya kita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dia bersyukur, capaian pembangunan jembatan tahun 2014, mampu menyelesaikan pembangunan Jembatan Sabbo’ dan telah diresmikan penggunaannya pada 12 Februari 2015. “Jembatan ini akses dari Desa Tanjung Mekar ke Desa Dalam Kaum. Ini merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Kabupaten Sambas,” ucapnya.

Upaya lain yang terus dilakukan, papar Ferry, mendorong percepatan pembangunan wilayah perbatasan, khususnya membuka akses masyarakat di daerah terisolir, tertinggal, terluar dan perbatasan. “Pemkab Sambas telah mengajukan usulan peningkatan perubahan status ruas jalan Tebas-Temajuk menjadi jalan nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil pertemuan bersama Menteri PU dan perangkatnya di Kantor Kementerian PU dan Perumahan RI pada 20 Februari 2015, pemerintah pusat menyambut baik dan menerima usulan Pemkab Sambas. Namun, pemerintah pusat akan mendahulukan program nasional yang sedang berjalan, yaitu penanganan ruas jalan Tebas-Singkawang, jalan by pass Rambi-Kartiasa, jalan Galing-Tanjung Harapan, Simpang Tanjung-Galing, batas Serawak-Aruk, dan Simpang Tanjung melalui dana Asian Development Bank (ADB), serta penanganan jalan pararel perbatasan Temajuk-Batas Bengkayang.

Sedangkan pelaksanaan sektor sumber daya air tahun 2014, diarahkan pada tiga hal, yakni pembangunan jaringan irigasi atau rawa mendukung peningkatan produksi pertanian, pengendalian banjir dan penyiapan air baku. “Capaian kinerja untuk rasio jaringan irigasi atau rawa 35,59 persen di atas target 30,41 persen. Capaian ini diperoleh dari hasil perbandingan antara realisasi panjang jaringan irigasi rawa yang tertangani 2.527 kilometer, dengan luas lahan budidaya pertanian 71.000 hektar,” bebernya.

Menurutnya, jaringan irigasi dalam kondisi baik tahun 2014 sepanjang 1.582 kilometer dari 2.527 kilometer, atau 62,61 persen di atas target 54,55 persen. Sedangkan jumlah bangunan pintu air dalam kondisi baik sebanyak 124 buah, atau 55,61 persen di bawah target 65,14 persen. Sedangkan tanggul dalam kondisi baik sepanjang 70,24 kilometer dari 294,47 kilometer, atau 23,85 persen di bawah target 56,47 persen.

Dari hasil capaian empat indikator ini, beber Ferry, diperkirakan luasan lahan budidaya pertanian yang dapat dilayani oleh jaringan irigasi atau rawa seluas 44.453 hektar. Pencapaian ini meningkat dibanding tahun 2013 seluas 39.490 hektar. “Tidak tercapainya target indikator kegiatan bangunan air dan tanggul, karena dalam menangani kegiatan tersebut kita masih mengharapkan sharing penanganan dengan Balai Sungai Wilayah Kalimantan I, dan Pemprov Kalbar sesuai kewenangannya,” jelasnya.

Tahun 2014, terang Ferry, baru tercapai kesepakatan untuk menyiapkan perencanaan dan pembagian lokasi penanganan. Sedangkan fisiknya dilaksanakan tahun 2015, dan diharapkan targetnya akan tercapai. “Target ini akan kita laksanakan semaksimal mungkin, sehingga semua bisa berjalan sesuai harapan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Sambas, Ir H Ibrahim Kasim MM mengungkapkan, pelaksanaan sektor cipta karya dan urusan tata ruang tahun 2014 dialokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Sambas sebesar Rp 58,44 miliar, dan APBN murni dari Kementerian PU sebesar Rp 3,37 miliar. Salah satunya untuk melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perumahan (PPIP), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP).

Program prioritas sektor cipta karya tahun 2014, beber Ibrahim, diarahkan pada peningkatan rumah tangga pengguna air bersih dengan capaian 52,46 persen, pembangunan drainase sepanjang 8.063 meter, serta pembangunan jalan dan jembatan lingkungan sepanjang 39.351 meter. Termasuk, pembangunan gedung baru, peningkatan dan rehabilitasi bangunan gedung. “Pelaksanaan urusan penataan ruang, program prioritas yang dilaksanakan tahun 2014 berupa penyusunan zonasi kota Sebawi,” jelas Ibrahim. (edo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.