-ads-
Home Olahraga MotoGP Pelampiasan Emosi Lorenzo di Valencia

Pelampiasan Emosi Lorenzo di Valencia

Lorenzo

eQuator.co.id – Akhir musim 2016 bakal berlangsung emosional bagi Jorge Lorenzo. Juara dunia tiga kali MotoGP itu ingin menjalani balapan terakhirnya bersama Yamaha dengan hasil hebat. Sebagai perwujudannya, dia sudah mendominasi dua sesi latihan bebas di hari pertama kemarin (11/11) .

Di sesi sore dominasi Lorenzo sangat kentara. Catatan waktu terbaik rider asal Majorca itu pada sesi pagi (FP1) 1 menit 31,045 detik tak bisa disentuh siapa pun hingga 10 menit jelang akhir FP2. Sampai juara dunia 2016 Marc Marquez menggeser posisinya dengan membukukan waktu 1 menit 30,986 detik. Untuk kali pertama di tangan Marquez batas waktu 1 menit 31 detik terlampaui.

Catatan Marquez tersebut membuat selisih cukup nyaman di depan Lorenzo yakni 0,452 detik. Meski posisi kedua banyak diperebutkan rider seperti Andrea Dovizioso (Ducati), Pol Espargaro (Yamaha Tech 3), dan Maverick Vinales (Suzuki Ecstar), tak ada di antara mereka yang mampu menumbangkan catatan waktu Marquez.

-ads-

Ketangguhan Marquez baru bisa diatasi ketika sesi FP2 menyisakan satu menit. Satu lap cepat Lorenzo langsung menggeser Marquez di posisi puncak. Selisihnya pun cukup meyakinkan 0,247 detik. Waktu terbaiknya 1 menit 30,463 detik.

Lorenzo memulai akhir pekan di Valencia dengan sangat emosional. Dia menulis surat terbuka untuk Yamaha untuk mengucapkan selamat tinggal dan ucapan terima kasih atas dukungan mereka selama sembilan musim karirnya di MotoGP.

”Sudah sembilan musim saya membalap untuk Yamaha. Minggu nanti (besok) akan menjadi balapan terakhirku bersama M1,” tutur Lorenzo. ”Ini akan menjadi sensasi yang sangat aneh. Saya menghabiskan sepertiga hidupku di sini (Yamaha). Melewati lebih dari 150 balapan, meraih 43 kemenangan, dan tiga juara gelar juara dunia,” tulisnya.

Lorenzo masuk ke MotoGP pada 2008 langsung sebagai rider utama Yamaha. Sebelumnya dia memenangi dua gelar juara dunia 250 cc bersama Aprilia. Saat itu dia bekerja sama dengan Gigi Dall’Igna yang kini menjadi sutradara dari kesuksesan Ducati. Pabrikan Italia itulah yang akan menjadi tim Lorenzo musim depan.

Datang ke Yamaha 2008 dan menjadi tandem sang legenda Valentino Rossi bukan musim yang mudah bagi Lorenzo. Masa-masa sulit dilaluinya. ”Kita jatuh bersama, tapi kita juga selalu bisa bangkit lagi dan terus mengalami banyak hal luar biasa (termasuk beberapa bekas luka di tubuhku dan anestesi di dalam darahku). Sembilan tahun ini akan selalu menjadi bagian hidupku selamanya. Tak bisa terulang. Tidak bisa dilupakan,” tambahnya dilansir situs resmi MotoGP.

Musim depan, banyak yang memprediksi Lorenzo akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan Desmosedici. Dia diprediksi akan menang di beberapa seri dimana motor Ducati cocok dengan karakter trek. Namun untuk menjadi juara dunia akan sulit. Apalagi musim depan MotoGP melarang penggunaan winglet yang membuat akselerasi Desmosedici musim ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

”Mulai musim depan saya akan menghadapi tantangan baru. Tapi saya tetap memiliki ambisi terakhir bersama Yamaha. Ayo mencoba memenangi balapan terakhir di musim ini. Itu akan menjadi kado perpisahan indah untuk mereka yang sudah memberikanku kepercayaan besar,” pungkasnya. (cak/ady)

Exit mobile version