Pasar Baru Jadi “Markas” Anak Punk

571
ARAHAN. Kepolisian memberikan arahan kepada lima anak punk yang ditemukan di kawasan Pasar Baru, belum lama ini. IST

eQuator.co.id – Sekadau-RK. Kawasan Pasar Baru, Desa Sungai Ringin, Sekadau Hilir tampaknya menjadi pilihan utama para anak punk untuk kumpul-kumpul.

Belakang ini banyak anak punk yang diringkus di kawasan pasar baru. Mereka tidak hanya kumpul-kumpul. Sebagian malah melakukan perusakan fasilitas umum.

Pgs Kasat Binmas Polres Sekadau, Ipda Arisman mengatakan, anak punk sudah meresahkan masyarakat. “Kami hanya memberikan arahan kepada mereka. Padahal sebelumnya Satpol PP juga sudah mengamankan anak punk ini, sudah ada keluhannya dari masyarakat,” ucap Arisman, Jumat (11/3).

Dikatakan Arisman, sebagian besar anak punk yang ditemukan di Pasar Baru ini berasal dari luar Sekadau. Anak punk yang berkumpul itu terlebih dahulu berkomunikasi dan berkumpul di Sekadau.

“Mereka datang dari luar Sekadau, ada juga yang dari Sekadau. Sebelum berkumpul, mereka sudah melakukan komunikasi entah melalui handpone hingga facebook,” ujarnya.

Mengenai tujuan dari keberadaan anak punk ini, menurut Arisman, ingin menunjukkan jati dirinya kepada orang lain. Bahkan, keberadaan anak punk juga ditakutkan akan mengarah pada tindakan pidana.

“Mereka bilang bebas, padahal jika ingin mengeksplor diri ada banyak kegiatan positif. Bukan malah berkumpul menjadi anak punk. Ditakutkan mereka mencuri, memberhentikan mobil tengah jalan” ungkapnya.

Walau hingga saat ini, kata Arisman, belum ada laporan dari masyarakat terhadap anak punk yang melakukan hal-hal mengarah tindak pidana. Sebelum hal itu terjadi pihak kepolisian bersama Satpol PP berupaya mencegah tindakan tersebut.

“Kami mengimbau kepada anak muda, agar tidak mudah terpengaruh pergaulan yang sudah melewati batas. Kalau ingin mengembangkan diri, silakan ikut kegiatan yang positif. Mengikui trend atau zaman, kalau tidak bagus untuk apa,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Sekadau, Jakobus Sebastian Batur mengatakan, pihaknya terus memantau kawasan yang sering dijadikan tempat berkumpul anak punk, seperti Pasar Baru hingga Taman Segitiga.

“Keberadaan anak punk ini memang meresahkan masyarakat. Sudah mengganggu ketertiban umum, mereka suka menghentikan mobil di tengah jalan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dikatakan dia, pihaknya juga telah menerima adanya laporan mengenai fasilitas yang rusak di Pasar Baru. Namun, dia juga tidak bisa memastikan penyebab tersebut, tidak ada bukti jika oknum yang merusaknya itu adalah anak punk.

“Sebelumnya sempat kami temukan tas anak punk, isinya hanya baju-baju saja. Untuk itu kami terus pantau terlebih keberadaan mereka meresahkan. Jika memang ditemukan akan langsung kami amankan,” tegasnya. (bdu)