Pariwisata Daya Tarik Wisatawan Berkunjung

15
Ilustrasi-wisatapontianak.com

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Banyaknya perhotelan di Kota Pontianak tentu membuat persaingan semakin ketat. Kendati begitu, persaingannya harus sehat.

General Manager Hotel Aston Pontianak, Anto W Soemartono mengatakan, persaingan dalam setiap usaha menjadi dorongan untuk bersaing secara sehat.

“Seperti hotel, belum lama lagi akan hadir hotel baru. Tentu semakin banyak semakin lebih bagus, kita bisa bersaing secara sehat,” ujarnya dijumpai Rakyat Kalbar belum lama ini.

Dalam menghadapi persaingan ini kata dia, inovasi serta kreativitas tinggi sangat dibutuhkan. Sehingga dapat mempertahankan usaha yang sudah ada, bahkan mampu lebih berkembang.

“Seperti tahun ini untuk bisnis hotel iklimnya cukup bagus, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seperti di hotel kami, terjadi pertumbuhan,” ungkap Anto.

Iklim usaha akan tumbuh apabila didorong beberapa indikator. Dalah satunya faktor keamanan.

“Artinya saat ini daerah kita dari sisi kemanannya sudah semakin baik, dan ini kita juga harapkan dengan kehadiran pemimpin Kalbar yang baru,” tuturnya.

Di samping itu kata Anto, peningkatan kapasitas serta SDM yang mumpuni juga menjadi indikator dalam persaingan usaha di bidang jasa perhotelan. Kemudian pelayanan dan fasilitas. Sehingga bisa menarik tamu untuk dapat menginap.

Pariwisata kata dia, juga menjadi daya tarik wisatawan datang.

Tentu disokong dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Sehingga aktivitas yang dilakukan wisatawan bisa berjalan dengan lancar.

“Harapan ke depan, pemerintah yang baru dapat membawa angin segar dan perubahan, utamanya dari sisi pariwisata dapat diperbaiki semenarik mungkin, sehingga mendorong pertumbuhan pengunjung,” harapnya.

Pariwsiata memiliki multiplier effect. Tidak hanya hotel, namun usaha lainnya seperti UMKM dan yang lainnya. (nov)