Pamit Kerja, Pulang-pulang Jadi Jenazah

170
Isteri korban menangis ketika melihat jenazah suaminya di lokasi kejadian--Darmansyah Dalimunthe

eQuator.co.idSanggau. Nitasari, warga Dusun Sungai Rambai, Desa Meliau Hulu, Kecamatan Meliau, menangis sejadi-jadinya, begitu mengetahui sang suami Irawan, 43, sudah tak bernyawa, Minggu (14/1). Sebelum ditemukan, sang suami sempat pamit pergi bekerja.

Jenazah Irawan ditemukan di tengah jalan Meliau-Tayan, Dusun Beginjang, Desa Beginjang, Kecamatan Tayan Hilir, dengan posisi terlentang dan tubuhnya tertindih sepeda motor merek Yamaha Vega R, sekitar pukul 10.15.

Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan mengatakan, penemuan jenazah Irawan mengatakan, menurut keterangan salah seorang saksi, Jutek, mengaku menemukan korban terlentang di tengah jalan sekitar pukul 09.45. Jutek kemudian memberitahukan kepada warga dan pekerja di warung tak jauh dari lokasi. Jaraknya sekitar 400 meter. Kemudian ia menghubungi Polsek Tayan.

“Keterangan dari saksi (lain) Jajat dan Ayong,  sebelum ditemukan oleh Jutek,  korban (Irawan) bersama Yayatdan Ayong minum kopi di warung Kodim,  kemudian korban mengatakan kepalanya sakit dan pergi ke arah jetty,” kata Kapolres.

Sedangkan menurut keterangan isteri korban, Nitasari, sebelum ditemukan meninggal kata Kapolres, Irawan, sempat pamit pergi bekerja sekitar pukul 07.00. Irawan sudah sekitar empat bulan bekerja di PT. KBP Desa Beginjan.

“Istri korban menambahkan bahwa sebelumnya korban sempat sakit demam selama dua Minggu, kemudian baru masuk kerja lagi kurang-lebih tiga hari dan tadi mendapat kabar dari penambang speed bahwa suaminya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” terang Kapolres.

Hasil pemeriksaan medis, tak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan pada tubuh korban. (cok)