Nyontek dan Ngejoki Diproses Hukum

Ilustrasi-Denis

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Gubernur Cornelis tak mau melihat peserta ujian nasional (UN) SMA berlaku curang. Ia meminta yang ketahuan menyontek maupun memakai joki diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Para peserta ujian harus percaya diri dan mengedepankan integritas. Kejujuran itu merupakan faktor utama menentukan tingkat kelulusan siswa pada UN,” ujar Cornelis saat meninjau pelaksanaan UN hari pertama di SMAN 1 Pontianak, Senin (4/4).

Percaya diri yang dia maksud adalah yakin dengan jawaban masing-masing siswa. Tetap pendirian ketika sudah mengisi lembar jawaban.

“Kalau ada joki, kita tangkap, kita proses. Barusan diyakinkan panitia bahwa tidak ada kebocoran soal UN 2016,” tegasnya.

Pada inspeksi mendadak itu, Cornelis sempat berdialog dengan Kepala SMAN 1 Pontianak dan Panitia Pelaksana UN di SMAK Immanuel Pontianak. Ia memilih tidak masuk langsung bertemu siswa.

“Itu ranah mutlak pengawas UN,” terangnya.

Cornelis mengatakan, pemerintah provinsi tidak menyediakan penghargaan kepada peserta UN yang berhasil meraih nilai terbaik. Karena pencapaian hasil UN dengan nilai terbaik merupakan prestasi siswa sendiri sebagai bekal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Ia juga menyatakan, berdasarkan laporan Kadisdikbud Alexius Akim, UN di Kalbar berjalan lancar. “Sampai perbatasan. Makanya saya mulai dengan pemantauan di sekolah-sekolah. Sambil monitor seluruh UN SMA di Kalbar,” demikian Cornelis.
Laporan: Isfiansyah

Editor: Mohamad iQbaL