Nili Membaik Setelah Diobati Tim Medis Satgas Pamtas

Lima Bulan Terbaring dan Tak Bisa Berjalan

MENCOBA BERJALAN. Nili mencoba perlahan berjalan setelah lima bulan terbaring sakit--Pendam XII Tpr for RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Selain bertugas menjaga perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia sektor timur Kalimantan Barat, Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang (PKS) juga melaksanakan pembinaan teritorial terbatas.

Dengan menunjukkan kepedulian terhadap warga yang berada di wilayah perbatasan, anggota kesehatan Pos Sei Mawang melakukan pengobatan dan perawatan bagi warga di sekitar Pos Satgas.

Kepala Penerangan Kodam XII Tanjungpura (Tpr), Kolonel Infanteri Aulia Fahmi Dalimunthe menuturkan, pengobatan ini berawal saat anggota Pos Sei Mawang Satgas Pamtas Yonif R 301/PKS melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah warga yang bernama Jaga selaku Kepala Adat Desa Sei Mawang, Nanga Badau, Kapuas Hulu.

Dalam kesempatan itu, dia mengabarkan bahwa salah satu warganya bernama Nili (51) telah menderita sakit dan terbaring lemas selama 5 bulan. Bahkan tak bisa berjalan. Sepulangnya dari anjangsana Tim medis Satgas langsung mengunjungi rumah dan memeriksa keadaan Nili yang sudah begitu mengkhawatirkan.

“Sakit yang dialami Ibu Nili berawal dari luka kecil dan dibiarkan serta diobati seadanya. Semakin lama lukanya semakin membesar. Tim kesehatan Pos Sei Mawang kemudian langsung memberikan perawatan secara intensif kepada Ibu Nili di rumahnya,” ujar Aulia, Jumat (14/6).

Lebih kurang selama satu bulan tim kesehatan dari Pos Sei Mawang memberikan pengobatan dan perawatan, perlahan demi perlahan luka di kaki Nili mulai sembuh dan membaik. Dikarenakan luka yang sebelumnya membesar sekarang sudah menutup kembali. “Sekarang Ibu Nili sudah bisa berjalan kembali,” tuturnya.

Sementara itu, dari laporan yang diterima Kapendam, Dina (46) merupakan kerabat Nili mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim kesehatan Satgas Yonif R 301/PKS yang tampa pamrih mengobati dan merawat Nili sampai sembuh.

Kapendam juga mengatakan, tidak semua kampung yang didatangi Satgas. Karena pihaknya memang mencari lokasi yang tidak memiliki fasilitas kesehatan, dan kalaupun ada fasilitas kesehatan jaraknya cukup jauh. Sementara sarana transportasi juga sangat terbatas. (*)