Minimalisir Kebakaran, Maksimalkan Peran BPBD

Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya didampingi Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana dan pejabat Pemkab Mempawah mengunjungi lokasi kebakaran di Jalan Seliung, Kecamatan Sungai Pinyuh. Ari Sandy

eQuator – Mempawah. Guna meminimalisir kasus kebakaran, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memaksimalkan tugas dan fungsi (Tupoksi). Begitu pula dengan kebakaran di Jalan Seliung, Kecamatan Pinyuh yang menghanguskan 9 ruko, Minggu (1/11), harus disikapi Pemkab Mempawah dengan langkah antisipasi agar tidak terulang kembali.

Penegasan itu disampaikan Christiandy saat mengunjungi lokasi kebakaran, Senin (2/11) pukul 15.00. Wagub mengimbau seluruh kelompok masyarakat agar bahu membantu korban kebakaran yang membutuhkan pertolongan. Bantuan dapat disalurkan secara langsung kepada para korban kebakaran yang berada di posko. “Ke depan, pemerintah daerah harus lebih sigap dalam melakukan langkah antisipasi. Harus ada penelitian yang konkret terkait penyebab kebakaran di lingkungan masyarakat. Supaya, kasus kebakaran bisa diminimalisir dimasa mendatang,” harapnya.
Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur bersama sejumlah pejabat Pemprov Kalbar didampingi Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana dan sejumlah pejabat Pemkab Mempawah, serta Camat, Lurah, BPA-SP dan lainnya. “Kita punya BPBD yang selalu siap sedia menyalurkan bantuan kepada korban bencana, termasuk kebakaran. Dalam kasus kebakaran ini, bantuan sudah ditanggulangi oleh Pemkab Mempawah. Namun, jika bantuan dirasakan kurang, maka Pemprov siap membantu,” kata Christiandy.
Menurut Wagub, distribusi bantuan untuk korban bencana harus dilakukan secara efektif dan efisien. Sebab, korban bencana sangat membutuhkan bantuan terlebih menyangkut kebutuhan pokok, seperti bahan makanan maupun pakaian. Apalagi kebakaran telah menghanguskan seluruh harta benda korban. “Pemerintah daerah sangat cepat dan tanggap dalam menangani korban kebakaran. Bahkan, pemerintah daerah juga kabarnya telah mempersiapkan izin pembangunan ruko baru bagi para korban kebakaran,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana mengakui, telah melakukan penanganan dan penanggulangan sesuai prosedur yang berlaku menyikapi kebakaran tersebut. “Bantuan yang sudah disalurkan berupa bahan makanan dan pakaian. Bantuan yang kita berikan sesuai prioritas keperluan sehari-hari para korban kebakaran. Bantuan lain yang kita siapkan terkait proses perizinan pembangunan ruko baru nantinya. Semua akan kita permudah sesuai prosedur dan mekanisme yang ada,” janjinya.
Pemkab Mempawah juga sedang mencanangkan langkah antisipasi terhadap bencana kebakaran. Caranya, membangun sistem hidran di Komplek Pasar Sungai Pinyuh. “Selama ini belum tersedia sistem hidran di lingkungan Pasar Sungai Pinyuh. Makanya, nanti akan kita bangun agar memudahkan para petugas mendapatkan suplai air ketika terjadi musibah kebakaran. Sehingga, dampak kebakaran bisa diminimalisir sekecil mungkin,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Mempawah, H Ria Norsan telah mengunjungi lokasi kebakaran. Bupati didampingi sejumlah pejabat terkait melihat secara dekat puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan sembilan ruko, dan menyebabkan kerugian miliaran rupiah.

  • Reporter: Ari Sandy
  • Redaktur: Yuni Kurniyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.