Libur Asap, SDN 12 Pemangkat Dilahap Si Jago Merah

KEBAKARAN. Kebakaran menghanguskan gedung SDN 12 di Jalan Terusan Melati, Desa Penjajap, Pemangkat, Jumat (13/9) sekitar pukul 11:00 WIB. WARGA FOR RK

eQuator.co.id – SAMBAS-RK. Belum genap sebulan Pasar Pemangkat terbakar, hanguskan 18 ruko dan menelan satu korban jiwa. Jumat (13/9) sekitar pukul 11.00 WIB giliran sekolah membara. Kali ini SDN 12 di Jalan Terusan Melati, Desa Penjajap, ludes dilahap si jago merah.

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahid Putra melalui Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno, langsung menjelaskan sumber api. “Berdasarkan keterangan yang kita himpun, sumber api diketahui berasal dari perumahan Guru SDN 03 Pemangkat yang tidak berpenghuni. Lokasinya di belakang lokal sekolah SDN 12 Pemangkat,” jelas Prayitno.

Kobaran api berhasil dijinakkan sekira dua jam kemudian. Masyarakat sempat panik karena SDN 12 berada di lokasi pemukiman yang padat.

“Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 12.15 WIB oleh unit Damkar Pemangkat, satu unit Damkar Selakau dan Satu Unit Damkar dari Kota Singkawang, serta masyarakat sekitar yang membantu memadamkan kobaran api,” kata Kasat Reskrim menyebutkan ada 11 lokal yang ludes terbakar.

“Ada 6 lokal kelas dan satu lokal kantor terbakar habis, dan dua lokal kelas terbakar bagian atap dan dek selasar. Api juga membakar habis Perumahan SDN O3 Pemangkat sebanyak dua local. Saat ini kita melakukan pengamanan TKP dan masih menyelidiki sebab terjadinya kebakaran,” tutupnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Uray Iskandar, mengatakan dalam kebakaran tersebut tak ada peralatan dan perlengkapan sekolah yang bisa diselamatkan. “Saat kejadian sekolah sedang libur karena kabut asap. Kami juga telah mengambil langkah apabila anak-anak telah masuk sekolah bersama dengan Pak Camat,” ujarnya.

Peserta didik kelas 1, 2 dan 3 sementara akan ditumpangkan di SDN O3 Pemangkat. “Ya kemungkinan anak-anak akan belajar pada jam siang, untuk kelas 4, 5 dan 6, akan belajar di SDN 21 Pemangkat,” pungkas Iskandar.

 

Laporan: Sairi

Editor: Mohamad iQbaL