Menyusui Buat Ibu-ibu Galau, Takut Berat Badan Naik

Angka Pemberian ASI Pontianak di Atas Rata-rata Nasional

20
DIABADIKAN. Sidiq Handanu Widoyono pengurus dan anggota AIMI Kalbar di Taman Digulis Untan, Pontianak, Minggu pagi (12/8). Suci Nurdini Setiowati-RK
DIABADIKAN. Sidiq Handanu Widoyono pengurus dan anggota AIMI Kalbar di Taman Digulis Untan, Pontianak, Minggu pagi (12/8). Suci Nurdini Setiowati-RK

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi terus digalakkan. Manfaatnya lebih besar banding pemberian susu formula.

Suci Nurdini Setiowati, Pontianak

eQuator.co.id Pontianak-RK. RAYAKAN Pekan ASI Dunia 2018, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalbar mengadakan sosialisasi dan pembagian juara lomba desain grafis di Taman Digulis Untan, Pontianak, Minggu pagi (12/8). Tujuannya mencegah terjadi malnutrisi dan memastikan ketahanan pangan, serta memutuskan rantai kemiskinan.”Gelora tentang ASI harapannya perilaku ibu menyusui semakin meningkat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Widoyono.
Dia mengaku bangga dengan presentasi ibu menyusui di Kota Pontianak. Rata-rata 75 persen per kecamatan. Angka ini di atas rata-rata nasional.

Bayi sangat penting diberi ASI. Hingga 2 tahun. Selain gizi anak, sangat baik untuk daya tahan tubuh. “Apalagi sekarang ini kita sedang gencarnya imunisasi,” ucapnya.
Sidiq juga menjelaskan kejadian pascaimunisasi MR. Banyak isu negatif yang katanya patut diwaspadai orangtua. Habis imunisasi, anak banyak yang sakit.

“Ada yang mengatakan anaknya habis diimunisasi langsung sakit. Kejadian yang bersamaan saat imunisasi,” tuturnya.
Padahal bukan karena imunisasi. Bisa saja anaknya makan tak bener, sehingga menyebabkan. “Silahkan untuk anaknya dilaporkan ke puskesmas atau rumah sakit agar kami dapat menelaah apa yang terjadi,” tutup Handanu.

Baca Juga: ASI Yes! Susu Formula No!

Saat sosialisasi, dokter spesalis anak, Evelyn Phangkawira menjawab banyak pertanyaan masyarakat. Diantaranya mengenai berat tubuh ibu menyusui naik. “Nah, itulah yang membuat ibu galau. Banyak yang bilang menyusui itu bakalan naik,” tukasnya.
Evelyn mengaku saat hamil beratnya naik 16 kg. Padahal menyusui anak, ASI akan keluar. “Malah buat tubuh kita jadi kembali lagi,” jelasnya.

Ada juga pertanyaan mengenai bentuk tubuh berubah, khususnya payudara setelah menyusui. Dijawab Evelyn, sama sekali tak ubah bentuk tubuh. Sedangkan terkait dukungan keluarga katam dia sangat penting. Apalagi jika ada suami yang suruh ganti ASI dengan susu formula. “Nah, karena penambahan cairan lain inilah yang membuat air susu kita jadi sikit. Karena otak memerintahkan agar air susu kita itu ga keluar. Karena udah ada penggantinya,” terangnya.

Baca Juga: Promosi Susu Formula Jadi Penyebab Kasus Putus ASI

Terdapat beberapa pentingnya menyusui. Diantaranya pemenuhan seluruh kebutuhan nutrisi bayi. ASI merupakan makanan alami yang pertama untuk bayi. Mempercepat tumbuh kembang bayi.
ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Lebih cepat pulih dari rasa lelah dan sakit pascapersalinan. ASI juga jadi kontrasepsi alami, praktis dan ekonomis.

Evelyn menjelaskan, nanti AIMI akan mengadakan road show di Bandiklat Kota Pontianak. Materinya diantaranya ASI, imunisasi, dan penyakit infeksi. “Pastinya untuk menjawab kegalauan para ibu-ibu,” tutup Evelyn. (*)

Editor: Arman Hairiadi