Menag Lukman Hakim Buka KSM Tingkat Nasional di PCC

JUMPA PERS. Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin (megang mikropon) didampingi Gubernur Kalbar, Cornelis (kiri) dan Dirjen Kemenag RI , Kamaruddin Amin (ketiga dari kiri) serta Dirjen Pendidikan Agama Kemenag RI, Nurcholis (paling kanan) saat Jumpa Pers tentang KSM Tingkat Nasional di PCC, Selasa (23/8). Fikri Akbar-RK.

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Pontianak Convention Center (PCC), Selasa (23/8).

Kompetisi yang diikuti 865 peserta dari Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah di 33 provinsi se-Indonesia ini dihadiri pula Dirjen Kemenag RI Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Agama Kemenag RI Nurcholis, Gubernur Kalbar Cornelis, Forkopimda Kalbar dan daerah, serta para Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia.

Dalam keterangan persnya, Menag Lukman Hakim menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan secara reguler oleh Kemenag RI setiap tahunnya. Untuk di Kalbar, ini merupakan yang kelima kalinya dilaksanakan. “Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah menyelenggarakan KSM ini,” katanya.

Lukman menjelaskan, KSM merupakan ajang untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaaan di madarasah-madrasah di Indonesia. Selain itu, KSM juga merupakan strategi untuk mengasah kemampuan, agar madrasah bisa berlomba mendalami sains.

“Maju tidaknya suatu bangsa, ditentukan tidak hanya dari ketersediaan sumber daya alamnya tetapi juga Sumber Daya Manusia yang unggul. Dengan itu, melalui momentum KSM, pesan dan harapan saya kepada masyarakat madrasah, bahwa penyelenggraaan KSM benar-benar dapat mendorong generasi cendikia yang memahami ilmu pengetahuan dan iman-takwa secara seimbang dan proporsional,” papar Lukman.

Sehingga ke depan, tambah dia, penguasaan dapat menghantarkan pada pemahaman agama yang komprehensif. “Agama tidak hanya dipahami dogmatis tetapi dapat dibuktikan secara ilmiah,” kata Lukman.

Dia mengungkapkan, alasan dipilihnya Kota Pontianak, Kalbar sebagai tempat penyelenggaraan KSM kali ini, tidak lain merupakan upaya prioritas pengembangan pendidikan agama di luar Jawa, agar percepatan pendidikan lebih merata.

“Harapannya dengan fasilitas ini, lebih memberikan perhatian dan dukungan kemajuan sekaligus mengukur kualitas mutu pendidikan madrasah-madrasah yang ada. Kemudian melakukan intervensi kepada siswa-siswi mana saja yang perlu ditingkatkan,” jelas Lukman.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar, Cornelis menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, dalam hal memajukan pelajaran agama dengan ilmu pengetahuan, secara berimbang. “Sehingga tercipta manusia yang pintar dan punya karakter bangsa Indonesia. Menjadi generasi yang unggul,” katanya.

Dalam kompetisi nantinya, Cornelis mengharapkan para peserta dapat berlomba secara fair dengan menunjukkan kemampuan dan prestasi terbaik masing-masing. “Tunjukkan kemampuan dan prestasi terbaik kalian,” pesannya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Agama Kemenag RI, Nurcholis menambahkan, KSM tahun ini mengangkat tema “Mempersiapkan Generasi Unggul Berwawasan Global”.

Adapun matapelajaran yang diperlombakan, selain Agama, yakni ilmu-ilmu umum seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi dan Geografi. Kompetisi ini berlangsung empat hari sejak, Rabu (24/8) di Hotel Kapuas Palace. “Kami berharap kegiatan KSM Tingkat Nasional 2016 di Pontianak, Kalbar bisa berjalan lancar tertib dan aman,” tutup Nurcholis. (fik)