Menag Jajal Bus Salawat dan Fast Track

17
TAWAF. Menag melakukan tawaf di Masjidilharam. FIRZAN SYAHRONI-JAWA POS
TAWAF. Menag melakukan tawaf di Masjidilharam. FIRZAN SYAHRONI-JAWA POS

eQuator.co.id – Mekkah-RK. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memantau pelaksanaan haji di Arab Saudi, Senin dini hari (12/8) Waktu Arab Saudi. Kader PPP itu memantau layanan fast track (jalur cepat) di bandara Jeddah dan bus salat lima waktu (salawat) di Mekkah.

Senin sekitar pukul 00.30, Menag melaksanakan umrah. Kehadiran Menag dan rombongannya di Masjidilharam menarik perhatian jamaah haji Indonesia. Banyak yang berebut salaman dan mengajak Menag foto bersama.

Setelah selesai umrah, Menag menjajal bus salawat. Bus tersebut disediakan untuk melayani jamaah haji Indonesia. Rutenya dari hotel-hotel yang dihuni jamaah ke Masjidilharam.

Baca Juga: Aturan Travel Umrah Kian Diperketat

Menag memilih naik bus salawat dari terminal Syib Amir. Tujuannya adalah Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah di kawasan Syisyah. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari Masjidil Haram. Sepuluh menit perjalanan dilalui Menag.

“Bus salawat ini kita sediakan untuk melayani jamaah yang tinggal di hotel dengan radius lebih dari 1,5 km dari Masjidil Haram,” ungkap Menag di atas bus. “Bus beroperasi 24 jam non-stop, jadi para jamaah yang hendak ke Masjidilharam kapanpun tidak usah khawatir,” imbuhnya.

Sebelum umrah, Lukman meninjau layanan fast track (jalur cepat) di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Layanan tersebut terbukti memangkas waktu tunggu dari semula empat jam menjadi hanya 30 menit. Hal itu dibuktikannya sendiri begitu tiba di Bandara Jeddah.

Baca Juga: Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

Dia langsung meninjau penyambutan untuk jamaah dari Kloter 83 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede yang keluar melalui jalur fast track. Lukman mula-mula meninjau pelaksanaan jalur cepat itu di Gerbang A, Bandara Jeddah. Di sela pemantauan, ia menyapa para jamaah di bandara dan bus yang hendak bertolak ke Makkah.
Fast track adalah layanan baru hasil kerja sama Kemenag dengan Kerajaan Arab Saudi. Layanan ini berupa pemeriksaan dokumen imigrasi di embarkasi Indonesia.

Sebelumnya, pemeriksaan harus dilakukan di bandara Jeddah dan Madinah. Proses tersebut bisa memakan waktu sampai 5 jam.
Kini, hanya dalam waktu sekitar 30 menit pemeriksaan di bandara beres dan jamaah haji bisa langsung masuk bus menuju Mekkah. Namun, untuk sementara, layanan tersebut hanya untuk jamaah yang berangkat dari embarkasi Jakarta.

Menurut Menag, pelayanan di Bandara Jeddah tahun ini tergolong lebih maju. “Kami saksikan pelayanannya sangat cepat,” katanya.
Ia juga berterima kasih atas kebijakan Kerajaan Arab Saudi tahun ini. Menag mengatakan, pelayanan haji sejauh ini berlangsung lancar. Kemenag belum menerima keluhan berarti dari jamaah, baik soal akomodasi maupun transportasi. “Ini berkat kerja keras para petugas. Mudah-mudahan lancar sampai akhir,” ujarnya. (Jawa Pos/JPG)