Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

25 CJH Wafat, 33.510 Orang Rawat Jalan

19
SALAMI JEMAAH. Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji menyalami salah seorang jemaah Calhaj saat acara pelepasan Kloter 15 asal Pontianak, Singkawang dan Sintang yang tergabung dalam di Embarkasi Batam, Jumat (3/8). Humas Pemprov for RK
SALAMI JEMAAH. Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji menyalami salah seorang jemaah Calhaj saat acara pelepasan Kloter 15 asal Pontianak, Singkawang dan Sintang yang tergabung dalam di Embarkasi Batam, Jumat (3/8). Humas Pemprov for RK

eQuator.co.idPontianak-RK. Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat Kalbar pun diajak ikut berpastisipasi memantau agar penyelenggaraan haji semakin berkualitas.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Agus Priyadi menjelaskan adapun beberapa titik pemantauan yang dilakukan pihaknya. Dimulai dari Asrama Haji, transportasi, bimbingan ibadah haji dan sarana pendukung lainnya. Masyarakat dapat mengakses informasi aduan yang dapat disampaikan ke kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalbar di Jalan Surya No. 2A Kelurahan Akcaya Kecamatan Pontianak Selatan. “Atau hubungi kami dinomor telepon 0561-8173737,” jelasnya, Jumat (3/8).

Dijelaskannya, pemantauan dilakukan untuk menindaklanjuti surat memorandum Ketua Ombudsman RI Nomor 483/ORI-INTV/VII/2018 tertanggal 23 Juli 2018. Berdasarkan pantauan sementara Ombudsman Kalbar, penyelenggaraan haji 2018 di Kalbar berjalan lancar. Berdasarkan informasi yang pihaknya dapat total jemaah calon haji (Calhaj) sebanyak 2.527 orang.

“Enam orang gagal berangkat yang disebabkan sakit, meninggal, menunda keberangkatan dan tidak munasi ONH (ongkos naik haji),” jelasnya.

Jemaah Kalbar berangkat melalui embarkasi Batam. Diinapkan di Asrama Haji Pontianak. Berdasarkan catatan Ombudsman Kalbar, daya tampung Asrama Haji Pontianak saat ini sebanyak 460 tempat tidur. Kamar dibagi dalam 5 vaviliun dan fasilitas cukup memadai.

Fasilitas yang tersedia di masing-masing kamar terdiri dari tempat tidur single dan bertingkat. Dilengkapi kipas angin dan juga AC.

“Untuk yang menginap di Asrama Haji jemaah berasal dari luar Pontianak dan Kubu Raya,” ucapnya.

“Menurut rencana gedung Asrama Haji Pontianak akan dilakukan pembangunan setelah adanya memo hibah dari Pemprov Kalbar,” sambung Agus.

Di Asrama Haji Pontianak dibangun posko pelayanan kesehatan. Tenaga medis berasal dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Posko ini untuk mengantisipasi jemaah yang sakit.

Sedangkan kebutuhan konsumsi dan transportasi jemaah kata Agus, disediakan oleh pihak ketiga. Melalui tender. Keberangkatan jemaah Calhaj Kalbar terbagi dalam 6 kelompok terbang (kloter). Embarkasi di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

“Sesuai pembagian kerja, Kanwil Kemenag bertanggungjawab atas urusan bimbingan manasik haji, sementara Pemprov Kalbar melayani urusan transportasi, kesehatan dan sarana pendukung lainnya,” terangnya.

Dijelaskannya, untuk bimbingan manasik dilakukan di masing-masing kantor Kemenag kabupaten/kota sebanyak 4 kali. Rinciannya dua kali di tingkat kecamatan dan dua kali di tingkat kabupaten.

Dalam sepekan, sudah 2.225 jemaah Calhaj Kalbar sudah diterbangkan ke tanah suci melalui Embarkasi Batam. Tergabung dalam kloter 11, 12,13, 14, dan 15. Saat ini tersisa kloter 16 yang akan diberangkatkan pada Sabtu (4/8). Mereka jemaah asal Kota Pontianak yang berjumlah 301 orang bersama petugas haji.

“Jadi total jemaah Kalbar tahun ini yang berangkat menuju tanah suci sebanyak 2.526 orang bersama petugas,” jelas Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji saat melepas jemaah Calhaj dari Pontianak, Singkawang dan Sintang yang tergabung dalam kloter 15 di Embarkasi Batam, Jumat (3/8).

Dodi menuturkan Pemprov Kalbar telah berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada seluruh jemaah Calhaj. Terutama selama berada di Asrama Haji Pontianak sampai dengan fasilitas transportasi hingga Embarkasi Batam.

Atas nama Pemprov Kalbar dan pribadi, Dodi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Riau. Khususnya kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam.

“Karena telah memberikan pelayanan dan fasilitas yang saya pandang sudah sangat baik kepada jemaah calon haji Kalbar selama di Batam,” ucapnya.

Acara pelepasan yang berlangsung di Asrama Haji Batam itu Pj Gubernur didampingi isteri yang juga ketua TP PKK Kalbar Ny Tita Kadarsari. Hadir juga Wali Kota Singkawang, Wakil Bupati Sintang, beserta undangan lainnya.

Sementara itu, suhu di Madinah dan Arab Saudi sepekan ini diprediksi bakal terus naik. Suhu yang tinggi membuat kondisi kesehatan jamaah rentan ngedrop.

Hingga kemarin saja, sudah puluhan ribu orang dirawat oleh tim medis di Arab Saudi. Berdasar data terakhir panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) Arab Saudi, hingga kini sudah lebih dari 118 ribu CJH yang masuk ke Madinah dan Mekkah. Dari jumlah itu, menurut data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), CJH yang sempat dirawat jalan berjumlah 33.510 orang. Perinciannya,  33.333 orang menjalani rawat jalan di kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 117 orang ditangani di bandara oleh tim mobile.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg Widyawati MKM menjelaskan, pelayanan kesehatan dilakukan oleh TKHI, Tim Mobile, dan tim medis dari KKHI Madinah maupun Mekkah. Hingga Jumat (3/7) ini, KKHI Madinah telah menerima 171 rujukan dan saat ini sedang merawat inap 24 orang. Sedangkan KKHI Makkah telah menerima 33 rujukan, 19 jamaah di antaranya masih dirawat di KKHI.

Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi Melzan Dharmayuli menyebutkan, sebanyak 25 CJH wafat di Tanah Suci (selengkapnya lihat grafis). Namun, baru 22 orang yang bisa dirilis resmi identitasnya. Sedangkan identitas tiga CJH lain yang wafat menunggu terbitnya certificate of death (COD) dari Rumah Sakit Arab Saudi.

“Penyebab wafat terbanyak adalah cardiovascular disease (serangan jantung),  yakni 13 orang. Lokasi wafat terbanyak di pondokan atau hotel sebanyak 8 orang,” jelasnya. Melzan mengingatkan agar jamaah selalu memperhatikan kesehatan selama di Tanag Suci. “Banyak minum, cukup istirahat, dan hubungi TKHI di kloter masing-masing untuk pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.

Direktur KKHI Makkah dr Nirwan Satria Sp An menjelaskan, mayoritas pasien yang dirawat mengalami sesak napas dan badan lemah. Pemicunya adalah kurang minum dan malas makan. Nirwan mengingatkan,  jamaah haji Indonesia banyak yang berisiko tinggi.

“Jaga kondisi fisik. Jangan malas minum dan makan tepat waktu, kurangi beraktivitas yang tidak penting di luar hotel,’’ jelasnya. Dia mengatakan, esensi dari haji adalah wukuf di padang Arafah. ’’Karena itu, siapkan fisik untuk menyambut wukuf,” terang Nirwan.

 

Laporan: Rizka Nanda, JPG

Editor: Arman Hairiadi