Mempawah Aman dari Difteri

34
Ilustrasi

eQuator.co.id – Mempawah-RK. Wabah penyakit difteri menyerang masyarakat Indonesia, termasuk di Kalbar. Sebaliknya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah, Muchtar Siagian memastikan Kabupaten Mempawah aman dari penyakit tersebut.

Meski begitu, Dinas Kesehatan Mempawah telah menginstruksikan semua puskesmas agar selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan menyerang masyarakat. “Saat ini belum ada laporan adanya kasus difteri di Kabupaten Mempawah. Kita telah melakukan antisipasi dengan membuat surat edaran ke puskesmas untuk mewaspadai, jika ada pasien yang memiliki ciri-ciri terjangkit difteri,” ujarnya, Senin (18/12).

Muchtar menerangkan, penyakit difteri rentan dialami anak-anak dan balita. Penyakit tersebut sulit menyerang seorang anak yang telah diimunisasi lengkap. Namun, bukan berarti tak bisa diserang. “Untuk anak yang telah diimunisasi lengkap, kecil kemungkinan terkena difteri,” ungkapnya.

Menurutnya, penyakit difteri menular lebih cepat dibanding penyakit lain. Penyakit tersebut dapat menyebar melalui udara. “Buruknya penyakit ini, jika satu orang di dalam rumah terjangkit difteri, bisa satu rumah tertular,” ujarnya.

Karena itu, ia mengingatkan, jika terdapat orang yang positif difteri, maka orang-orang di sekitarnya harus melindungi diri dengan masker jika sedang didalam rumah, untuk menghindari penularan.

Mochtar mengungkapkan, kasus difteri terakhir teridentifikasi terjadi di Kabupaten Mempawah pada tahun 2010. Namun, saat ini masih tergolong aman dari penyebarannya. “Jika memang terdapat laporan suspect difteri di Kabupaten Mempawah, kita akan merujuk pasien yang bersangkutan di ruang isolasi di RSUD Soedarso,” jelasnya.

Dia berharap, kasus tersebut tidak muncul di Kabupaten Mempawah dan masyarakat tak perlu khawatir akan penyebaran tersebut. “Mudah-mudahan tidak ada kasus difteri di Mempawah,” harapnya.

 

Reporter: Ari Sandy

Editor: Yuni Kurniyanto