MEA, Tingkatkan Pelatihan dan UMKM

Drs H Uray Tajuddin M Si Kadiskumindag Kabupaten Sambas. M Ridho Rakyat Kalbar.

eQuator – Sambas-RK. Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Industri dan Perdagangan (Diskumindag) Sambas meningkatkan pelatihan kerja bagi anak putus sekolah.

Sebagai wilayah perbatasan antarnegara, tentu menjadi tantangan bagi Kabupaten Sambas. Dalam program terpadu ini, Diskumindag melibatkan BPMKB, Nakertransos, Kesehatan dan BPMPD Kabupaten Sambas, memberikan pelatihan yang menjurus pada kewirausahaan.

“Menghadapi MEA, siap tidak siap kita harus siap. Namun kita harus geliatkan kesiapan masyarakat kita, seperti memberikan pelatihan kepada anak putus sekolah dan UMKM, agar mereka lebih kreatif, inovatif dan mandiri,” kata Drs. H Uray Tajudin, M.Si, Kadis Kumindag Sambas kepada Rakyat Kalbar, Kamis (14/1).

Dikatakan Uray, ada dua kecamatan menjadi sasaran pelatihan anak putus sekolah. Kemudian empat kecamatan pengembangan UMKM.

Dua kecamatan sasaran pelatihan kerja bagi anak putus sekolah, di antaranya Kecamatan Jawai dan Kecamatan Pemangkat. Sedangkan empat kecamatan sasaran pengembangan UMKM, Pemangkat, Jawai, Paloh dan Subah. “Dalam program pelatihan anak putusa sekolah, Diskumindag tidak bekerja sendiri, melainkan melibat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) serta Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Sambas,” Uray.

Jenis pelatihan kerja bagi anak sekolah berupa pembinaan serta bantuan alat, jadi tidak dibantu dana. Tujuannya, bagaimana anak-anak ini bisa mandiri serta siap menghadapi tantangan berwirausaha. Sementara fasilitasi pengembangan UMKM sasarannya kelompok olahan makanan, seperti membantu mempermudah proses pendaftaran Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) ke Dinas Kesehatan, untuk kesehatan prodak olahan dari koperasi ataupun kelompok, sehingga hasil produknya bisa dipasarkan secara luas.

Salah satu upaya yang menonjol dilakukan Pemkab Sambas dalam menghadapi MEA, adanya Galeri Deskranasda di Kota Sambas. Nantinya menjadi pusat oleh-oleh bagi mereka yang berkunjung di Kabupaten Sambas, termasuk menyediakan bahan motif tenun Sambas yang telah di printing dan hasil kerajinan lainnya. “Nanti galeri Deskranasda akan kita benahi lagi untuk menampung hasil produk kerajinan masyarakat Sambas,” ungkap Uray.

Peran semua pihak diperlukan untuk mendukung berkembangnya hasil kerajinan masyarakat. Sebab hasilnya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, baik produk tenun, makanan olahan, mebel serta hasil kerajinan kemasan lainnya. “Dengan memberikan pelatihan bagi anak putus sekolah dan pengembangan UMKM, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk mandiri, maju dan berkembang,” harap Uray. (edo)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!