Gandeng Umkm dan LKP Lokal, Hotel Mercure Pontianak Meriahkan Hari Batik Nusantara Celebration

eQuator.co.id-Pontianak. Ikut berpartisipasi dalam agenda Batik Nusantara Celebration sekaligus mendukung produk lokal, Hotel Mercure Pontianak angkat batik khas corak Kalbar dalam pameran program yang digelar secara serentak oleh grup Accor melalui hotel-hotelnya diseluruh Indonesia mulai dari (19-23) Oktober 2021.

“Agenda ini digelar tentu tidak lain sebagai upaya untuk mengangkat kembali warisan kekayaan budaya lokal tentu hal ini dilakukan dengan memberikan pemahaman khususnya batik kepada tamu hotel,” ujar Riganda Togatorop, General Manager Mercure & Ibis Pontianak City Center.

Bekerjasama dengan pelaku ekonomi kreatif dan Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm), hotel mercure menghadirkan berbagi jenis batik lokal Kalbar melalui stan yang terisi di lobi hotel.

“Kali ini kita memfokuskan diri kepada tamu agar ‘Mari Membatik dan Mari mempelajari corak dan jenis batik, maka dari itu stand yang kami hadirkan ini juga memberikan kesempatan kepada pengujung bisa mempraktikkan secara langsung bagaimana cara membantik yang dipandu langsung kepada ahlinya,” terangnya

Corak insang dan batik motif suku Dayak yang di pamerkan dalam stan yang ada di hotel Mercure, adanya kerjsama dengan SMK 6, Riganda berharap agenda ini dapat menjadi hal yang menarik bagi pengujung hotel.

“ Tentu kami berharap tamu bisa membeli batik buatan lokal kita, namun yang paling utama itu sebenarnya belajar membatik. Adanya kerjasama dengan SMK 6, UMKM, serta Lembaga Kursus Pelatihan tentunya upaya kita mencintai dan mengangkat warisan budaya,” lugasnya

Sri Sukawanti Amanating (57), pengelola LKP LENNO, yang hadir turut memeriahkan agenda Batik Nusantara Celebration, menyebutkan, bahwa ia sangat mengapresiasi hotel mercure dalam pengembangan budaya lokal khususnya batik.

“Hotel mercure merupakan satu-satunya hotel yang melirik kami khususnya dalam pengembangan karya batik lokal,” kata Sri

Sri mengakui, bahwa potensi pengembangan usaha batik sendiri prospeknya dinilai cukup baik, hal ini terlihat sejak dibukanya stan batik di lobi hotel mercure yang sudah berjalan selama dua hari, menurutnya antusiasme pengujung cukup tinggi, meski masih dalam kondisi pandemi.

“Prospek batik lokal kita saya rasa sangat bagus, bahkan bisa dilihat dari hari pertama kita bisa mencapai Rp10 juta transaksi per hari, dengan harga batik yang kita tawarkan dari harga Rp700 ribu- Rp2 juta’an,” pungkasnya. (Ova)