Lucunya…Kepala Puskesmas Rasau Baru Sekarang Berani Bicara

Buruknya Pelayanan Puskesmas Rasau Jaya

1362
Ilustrasi.NET

eQuator.co.id – Rasau Jaya-RK. Berkali-kali buruknya pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rasau Jaya terekspos ke publik. Alih-alih melakukan perbaikan, Kepala Puskesmas, Wulyono baru sekarang berani angkat bicara. Sebelumnya bahkan sulit dihubungi dan ditemui.

“Ini kan lucu, seperti ada apa. Saya juga heran, kenapa baru sekarang berani bicara di media yang sama. Sebelum-sebelumnya ke mana saja, kok bawahannya yang pada sibuk ngoceh, meskipun cuma di sosial media,” kata Rhoz Putra, suami pasien yang sempat ditelantarkan Puskesmas Rasau Jaya, ketika ditemui Rakyat Kalbar di kediamannya, Rabu (14/6) sore.

Parahnya lagi, kata Putra, pernyataan yang diberikana Kepala Puskesmas Wulyono kemarin, sifatnya hanya pembelaan diri, tanpa mengkonfirmasi kembali kepada pihak atau keluarga pasien yang merasakan buruknya pelayanan di Puskesmas yang dipimpinnya itu.

Putra merupakan suami dari Nurhayati, 48, pasien yang mengalami pendarahan hebat di rahimnya. Namun ketika warga Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya ini dilarikan ke Puskesmas Rasau Jaya, Rabu (25/5) dini hari untuk mendapatkan pertolongan, malah ditelantarkan pihak Puskesmas.

“Malam itu saya yang menyaksikan langsung pelayanan di Puskesmas itu seperti apa. Jadi saya lebih tahu, ketimbang Kepala Puskesmas yang hanya menerima laporan dari bawahannya. Dan, ini bukan saya saja yang mengalaminya, jauh sebelumnya warga lain juga mengalami,” ujar Putra.

Menurut Putra, kini sudah zaman demokrasi. Siapa pun bisa mengkritik. Apalagi menyangkut pelayanan kepada masyarakat. Mestinya, sebagai pimpinan Puskesmas, Wulyono lebih bijaksana dan memberikan contoh yang baik kepada bawahan.

“Jika tidak ingin dikritik, jangan jadi pelayan publik. Karena, apapun yang terjadi, itu tanggungjawab dan berkat tingkah laku pimpinan dalam membina bawahan,” kata Putra.

Setelah beberapa kali pelayanan buruknya tereskspos ke publik, barulah mengaku siap dikritik. Padahal kenyataannya tidak demikian. “Baru sekarang saja bilang siap dikritik, sebelumnya pada sibuk menyalahkan warga yang berkomentar dan intern Puskesmas. Tukang asah batu saja mau dikritik. Itu sekelas tukang loh,” ujar Putra.

Dengan adanya kejadian ini, Putra berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya lebih bijak mengambil tindakan. Demi kebaikan dan kemajuan bersama.

“Jangan lempar sana sini. Bicara di media begini, faktanya begitu. Seperti Dinkes Kubu Raya bilang turunkan Tim Bersama BKD terkait kepegawaian di Puskesmas. Eh..malah BKD bilang tidak ada,” kesal Putra.

Dia juga menunggu seperti apa akhir dari langkah yang diambil sejumlah pihak terkait kasus pelayanan di Puksesmas Rasau Jaya tersebut. “Perkara ini saya pantau terus. Sejauh ini, saya belum lihat ada tindakan yang jelas. Apalagi soal kriteria Kepala Puskesmas yang jelas diatur dalam Permenkes itu harus dilaksanakan. Tapi, kita tahu semualah,” papar Putra.

Terpisah, Warga Rasau Jaya, Nanang Suhartono mengaku juga kesal dengan pernyataan Wulyono kemarin. “Siapa bilang tidak pernah ada komplain. Baru ini saja kena batunya. Kalau bisa standby saja di Puskesmas, biar bisa lihat bagaimana bobroknya pelayanan Puskesmas Rasau Jaya,” katanya menanggapi pemberitaan klarifikasi Wulyono.

Sebelumnya, Wulyono beserta empat bawahannya mendatangi dapur redaksi Harian Rakyat Kalbar, Senin (13/6) siang. Dia menyampaikan berbagai bantahannya ke surat kabar yang mengawali pemberitaan buruknya pelayanan Puskesmas Rasau Jaya ini.

Wulyono mengatakan, soal pelayanan buruk atau penelantaran pasien–seperti yang diberitakan selama ini–itu hanya tudingan. “Kami tidak melakukan penelantaran terhadap pasien. Tetapi kami akui, kalau saat itu petugas tidak bisa membangunkan dokter yang sedang tidur,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Wulyono, belum ada pihak yang komplain terkait pelayanan yang diberikan Puskesmas Rasau Jaya. “Saya berterima kasih atas kritikan yang diberikan. Karena kritikan itu merupakan pemicu bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Bagi kami kritikan itu merupakan bagian dari kontrol sosial,” timpalnya.

Dirinya sadar bahwa pelayanan yang diberikan tentu tidak dapat memuaskan semua masyarakat. Sehingga pihaknya hanya bisa berupaya optimal dalam meningkatkan pelayanan bersama jajaran di Puskesmas Rasau Jaya. “Kepada dokter, kami sudah melakukan pemanggilan resmi dan teguran. Supaya ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa,” tegas Wulyono.

Laporan: Ocsya Ade CP

Editor: Mordiadi