Lagi, Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan Miras Malaysia

BARANG ILEGAL. Miras ilegal yang akan diselundupkan ke wilayah Kalbar digagalkan personel Satgas Pamtas Yonif 511/DY di Entikong, Sabtu malam (22/12)--Pendam for RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Gerak cepat prajurit TNI AD menekan praktik ilegal di perbatasan RI-Malaysia, membuahkan hasil. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras (miras) berbagai jenis di sektor kanan Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (22/12).

Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe menuturkan, penggagalan ini saat anggota melaksanakan patroli berkala di sektor kanan sekitaran PLBN Entikong dekat aliran sungai, sekira pukul 11.30 WIB. Kala itu prajurit melihat tiga orang melintas dan memikul beberapa kardus yang dibungkus plastik hitam.

“Ketika melihat ada patroli, mereka langsung melarikan diri kembali ke dalam hutan dan meninggalkan barang yang dibawa. Anggota tidak berhasil menangkap pelaku pembawa barang,” kata Kapendam, dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Kalbar, Minggu (23/12).

Lanjut Kapendam, prajurit saat itu juga memeriksa barang-barang yang ditinggal tersebut. Didapati sejumlah miras berbagai merek di dalamnya. Diantaranya 673 kaleng Kingway, 23 botol Tequila, 12 botol Vodka, 46 botol Gin Tanduk dan 24 botol Golden Pagoda Brand. Selanjutnya, barang bukti ini diserahkan kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Entikong.

“Dari hasil interogasi, minuman keras tersebut untuk persiapan menyambut perayaan Tahun Baru 2019,” jelas Kapendam.

Kemudian, malam harinya anggota Satgas Pamtas kembali melaksanakan patroli di sektor yang sama sekira pukul 20.00 WIB. Lagi, ditemukan lima orang pemikul membawa beberapa kardus barang ilegal.

Pemilik barang tersebut berinisial Ang (22), warga Entikong. Para pemikulnya An (42), Din (45), Jal (40), Pram (36), Ap (45), warga Kecamatan Entikong.

“Sempat terjadi pengejaran namun akhirnya mereka menyerahkan diri,” ucap Kepandam.

Ia menambahkan, personel TNI yang ditugaskan di garda terdepan tersebut sudah sering memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan praktik ilegal, penyelundupan dan hal-hal melanggar hukum.

“Sudah berulangkali imbauan dan sosialisasi dilakukan, namun tetap saja terjadi,” imbuh Kapendam. (amb)