Kualitas Masyarakat Lemah Cermin Perguruan Tingginya

Ketua DPD RI Tantang Perguruan Tinggi Kalbar

112
ilustrasi. net

eQuator – Pontianak-RK. Di tengah ‘kebimbangan’ status akreditasi perguruan tinggi negeri, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, menantang Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kalimantan Barat untuk mampu bersaing secara nasional bahkan dengan luar negeri.

“Kualitas pendidikan yang lemah akan melahirkan masyarakat yang lemah pula. Kondisi ini terpotret dari dunia pendidikan di Indonesia yang ternyata belum mampu mencapai level yang cukup berkualitas dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan di kawasan ASEAN,” ungkap Irman Gusman dalam orasi ilmiah dalam rangka Milad dan Wisuda Sarjana Universitas Muhammadiyah Pontianak di PCC, Kamis (19/11).
Senator ini mengatakan, peran strategis Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan entrepreneurship untuk menghadapi persaingan Global, sangatlah penting. Begitu banyak tantangan yang harus diselesaikan di sektor pendidikan di Indonesia dengan segala kekurangannya.
Ia menjelaskan, pendidikan adalah salah satu kunci paling pokok dalam membentuk masyarakat yang maju, berperadaban dan berdaya saing. Berdasarkan rilis UNIC (United Nations Information Centre) Jakarta, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merujuk data UNDP Tahun 2014, Indonesia terhenyak pada posisi ke-108 dunia dari 187 negara.
“Peringkat ini sama seperti tahun 2013, yang sangat jauh di bawah posisi Singapura di peringkat 9, Brunei Darussalam pada peringkat 30, Malaysia 62 dan Thailand peringkat 89,” ungkap Irman Gusman.
Lebih jauh dikatakannya perihal kualitas pendidikan, ukurannya bisa tercermin dengan melihat kualitas pendidikan Indonesia. Pengukuran kualitas pendidikan di Indonesia bisa dilihat dari kualitas pendidikan tinggi di Negara kita. “Kalau dibandingkan dengan negara-negara ASEAN saja, peringkat Universitas Indonesia masih kalah jauh,” ujar Irman.
Lemahnya kualitas pendidikan secara umum dan pendidikan tinggi secara khusus, juga tergambar juga dalam produktivitas riset dan patent hasil penelitian. “Dibandingkan hanya dengan negara-negara di kawasan Asia, Indonesia berada di peringkat ke 11. China merupakan negara asia yang amat produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah,” ungkap Irman.
Ketua DPD RI ini mendorong agar pihak kampus menciptakan generasi-generasi muda ke depannya agar menjadi pengusaha untuk meningkatkan kualitas ekonomi nasional Indonesia.
“Solusi untuk memajukan ekonomi nasional bukan hanya dengan menyiapkan fondamen makro ekonomi yang kuat, serta iklim investasi yang kondusif., Tapi juga perlu adanya program untuk mendorong tumbuhnya pengusaha profesional yang lahir dari kampus-kampus di Indonesia,” tantangnya.
Negara ini membutuhkan peran aktif kampus melalui penumbuhan jiwa dan semangat entrepreneurship atau kewirausahaan. “Jiwa kewirausahaan tidak hanya membantu perekonomian masyarakat, tetapi juga perekonomian nasional agar tercipta kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat,” ujarnya.
Irman menambahkan, apabila  generasi dulu mengidolakan PNS sebagai pekerjaan favorit, maka bagi generasi millennium menjadi wirausahawan adalah cita-cita yang mereka kejar.

 

Laporan: Fikri Akbar

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here