KKM Sekadau Hilir Bimbing Puluhan Guru

Demi Maksimalkan Penerapan Kurikulum 2013

148
Suasana pelaksanaan workshop kurikulum 2013 yang digelar KKM Sekadau Hilir di Ball Room Hotel Multi, Senin (2/11). Workshop itu dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas guru PAI dalam penerapan kurikulum 2013… (Abdu Syukri)

eQuator – SEKADAU-RK. Kelompok Kerja Madrasah (KKM) kecamatan Sekadau Hilir menggelar workshop pendampingan kurikulum 2013 di Ball Room Hotel Multi Sekadau, Senin (2/11). Kegiatan itu dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, Drs H Syahrul Yadi M Si.
Selain Syahrul, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Sekadau, Drs M Taufik, dan Ketua KKM Sekadau Hilir, Drs Sunari. Sementara pesertanya puluhan guru yang berasal dari para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-KKM Sekadau Hilir.
“Workshop ini dilakukan dalam rangka memberikan bimbingan kepada para guru PAI untuk penerapan kurikulum 2013,” ujar Drs Sunari, Ketua KKM Sekadau Hilir kepada Rakyat Kalbar disela pelaksanaan workshop tersebut.
Dalam workshop itu, para guru PAI diberikan bimbingan, arahan dan petunjuk tentang bagaimana penerapan system kurikulum 2013 di sekolahnya masing-masing secara baik dan benar. “Harapan kita ini dapat meningkatkan profesionalisme poara guru PAI itu, sehingga kedepannya dapat meningkatkan kualitas lulusan,” ulas Sunari.
Worshop itu dilakukan hingga 5 Nopember mendatang. Pemateri yang dihadirkan adalah para widyaiswara dari Balai Diklat Kantor Kementrian Agama Jakarta.
Kepala Kantor Kementrian Agama Sekadau, Drs M Taufik berharap peserta dapat mengikuti workshop itu dengan sungguh-sungguh. “Ini penting demi meningkatkan kualitas lulusan madrasah,” ucap Tafik.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalbar, Drs H Syahrul Yadi M Si menyingug soal eksistensi madrasah. Menurut Yadi, saat ini banyak yang pro maupun yang kontra terhadap keberadaan madrasah. “Padahal Madrasah itu justrui sangat penting,” ujar Yadi.
Di Madrasah, porsi pelajaran agama jutsru sangat lebih besar ketimbang pelajaran umum. Meski begitu, pelajaran umum tetap ada, bahkan tidak berkurang.
Dikatakan Yadi, lulusan madrasah memiliki keunggulan dari lulusan sekolah umum. Salah satu keunggulannya adalah mereka mendapatkan pelajaran agama yang lebih banyak.
“Ini jadi modal mereka dalam hidup. Lulusan madrasah juga banyak yang pintar bahkan bisa mengharumkan nama bangsa hingga tingkat internasional,” papar Yadi.

Reporter: Abdu Syukri
Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here