Kinerja PLN Bikin Jengkel Sekda Sekadau

219
Drs Yohanes Jhon MM. (Abdu Syukri)

eQuator – Sekadau-RK. Keluhan terhadap kinerja PT PLN Rayon Sekadau tidak hanya datang dari masyarakat biasa. Kalangan pejabat teras di lingkungan Pemkab Sekadau pun ikut merasa dongah dengan kineja perusahaan plat gincu tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Drs Yohanes Jhon MM menjadi salah satu pejabat yang mengeluhkan kinerja PT. PLN Rayon Sekadau. Saat mengisi sebuah acara di Desa Seraras, Kecamatan Sekadau Hilir kemarin, Jhon secara gamblang mengungkapkan keluhannya.

“Saya jengkel dengan PLN itu,” keluh Jhon saat menghadiri peresmian pembangunan jalan setapak kerjasama masyarakat dan Kodim 1204 Sanggau di Seraras, Selasa (3/11) siang.

Jhon tampak sangat serius dengan kata-katanya itu. Dihadapan Dandim 1204 Sanggau, Letkol Inf Heri Budi Purnomo SIP dan sejumlah perwira Kodim, sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemkab Sekadau, Muspika Sekadau Hilir dan masyarakat yang ada di sana, Jhon menguraikan sebab kejengkelannya tersebut.

Jhon mengaku jengkel karena di Sekadau sering mati lampu. Ia bahkan menganalogikan jika tingkat pemadaman listrik di PLN Sekadau sudah lebih parah dari orang sakit yang harus minum obat.

“Kalau orang minum obat itu, tiga kali sehari. Tapi ini lebih parah. Satu hari bisa 10 kali mati,” beber Jhon disambut gelak tawa hadirin.

Masih menurut Jhon, akibat sering matinya aliran listrik, banyak dampak negative yang timbul. “Alat-alat di kantor (alat elektronik di kantor Bupati Sekadau) banyak yang rusak,” kata Jhon.

Tak hanya Jhon, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sekadau, Sunardi SIP M Si juga menyampaikan kekesalannya sering matinya aliran listrik. “Kita minta agar bupati dan pimpinan dewan memanggil pihak PLN untuk menjelaskan apa masalahnya,” ucap Pak Su, panggilan akrab Sunardi.

Jika lampu sering mati saat cuaca buruk, seperti hujan deras dan angin kencang, Pak Su mengaku masih bisa memaklumi. “Tapi hari cerah pun, sering juga mati lampu,” heran Pak Su.

Yang lebih mengherankan lagi, lanjutnya, padamnya aliran listrik seperti terjadwal. Saat sore menjelang malam atau saat waktu magrib, aliran listrik selalu mati.

Pak Su menyarankan pihak PLN Ranting Sekadau untuk segera membenahi kinerjanya. Jika masalahnya gangguan pohon, ia meminta agar tidak didiami. Pohon yang berpotensi mengganggu aliran kabel listrik, agar dipangkas.

Demikian juga jika daya kurang. PLN diharapkan segera melakukan penambahan daya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita khawatir kalau kondisi ini terus dibiarkan, akan mengundang emosi dari masyarakat. Selama ini masyarakat sudah berusaha menahan emosinya,” ingat Pak Su.

Manager PT. PLN Ranting Sekadau, Dwija menjelaskan, byarpet aliran listrik disebabkan karena kabel distribusi tegangangan menengah (TM) acap kali mengalami hubungan arus pendek akibat tertimpa dahan pohon. “Penyebabnya masih lagu lama. Karena jaringan distribusi kita tertimpa pohon,” ujar Dwija kepada Rakyat Kalbar, kemarin.

Pihak PLN sendiri memang tidak tinggal diam terhadap hal ini. Hanya saja, ada kendala besar yang harus dihadapi.

Menurut Dwija, dahan pohon yang acap kali menimpa jaringan distribusi itu adalah dahan kelapa sawit milik perusahaan maupun milik pribadi warga. Jika PLN harus melakukan penebangan atau penggusuran, banyak warga yang menentang dan meminta ganti rugi. Bahkan beberapa waktu lalu, PLN Sekadau pernah diadat oleh warga karena menebang pohon karet yang dahannya mengganggu jaringan distribusi.

“Kalau Pak Sekda bisa membantu kita. Bisa mengurus izinnya (meminta izin kepada perusahaan atau masyarakat pemilik sawit, red) saya siap gusur sawit yang dahannya terkena jaringan distribusi. Minggu ini pun bisa saya kerjakan,” tantang Dwija.

Terkait soal kekurangan daya, ditegaskan Dwija, hidup matinya aliran listrik bukan dikarenakan daya yang kurang. “Daya mampu kita 7,5 Mega Watt (MW). Sementara peak load (beban puncak) 7,4 MW. Jadi ada surplus daya kita 100 Kilo Watt (KW),” rinci Dwija.

 

Reporter: Abdu Syukri

Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here