Kesepakatan Belum Tercapai, Aksi Nyaris Ricuh

Audiensi Driver Gocar - PT. Gojek Indonesia

114
UNJUK RASA. Para driver Gocar melakukan aksi unjuk rasa lanjutan di kantor PT. Gojek Indonesia perwakilan Kota Pontianak di Jalan Uray Bawadi, Senin siang (2/4). Andi Ridwansyah-RK
UNJUK RASA. Para driver Gocar melakukan aksi unjuk rasa lanjutan di kantor PT. Gojek Indonesia perwakilan Kota Pontianak di Jalan Uray Bawadi, Senin siang (2/4). Andi Ridwansyah-RK

eQuator.co.idPontianak-RK. PT. Gojek Indonesia di Kota Pontianak melakukan pertemuan dengan sepuluh perwakilan driver taksi online (Gocar), Senin (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Uray Bawadi. Pertemuan tersebut membahas tuntunan yang disampaikan driver beberapa waktu sebelumnya.

Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup, awak media tidak diizinkan melakukan peliputan. Di luar gedung tampak ratusan driver Gocar memadati kantor PT. Gojek Indonesia perwakilan Kota Pontianak sambil membawa poster bertuliskan tuntutan mereka. Selagi perwakilannya beraudensi di dalam, massa melakukan orasi di luar.

Aksi massa sempat diwarnai kericuhan. Pasalnya, salah seorang driver melepas banner yang terpasang di depan pintu masuk kantor PT. Gojek Indonesia. Satpam yang melihat aksi tersebut marah-marah seraya meminta massa agar tenang dan tidak merusak.
Sekitar dua jam pertemuan, tampaknya kedua belah pihak belum mendapatkan titik temu. Perwakilan PT. Gojek Indonesia meminta waktu selama dua hari menjawab tuntunan para driver. “Mereka meminta waktu dua hari untuk memberikan jawaban kita. Setelah dua hari apabila mereka tidak memberikan keterangan maksimal, maka kita akan kembali memenuhi (kantor) PT. Gojek,” kata Koordinator Aksi, Siswono di hadapan massa usai pertemuan.

“Hari ini (kemarin, red) kita memenuhi undangan dari PT. Gojek mewakili kawan-kawan yang diundang untuk menyampaikan tuntutan” sambung dia.
Dijelaskan Siswono, tuntutan para driver sama seperti sebelumnya. Mereka protes kebijakan pemangkasan isentif atau poin secara sepihak oleh perusahaan. Para driver ini menginginkan isentif atau poin dikembalikan seperti semula.

Sebelumnya, intesif diberikan dengan tujuh trip perjalanan Rp75 ribu. Sembilan trip Rp100 ribu dan 12 trip mendapatkan tambahan Rp125 ribu. Jadi total insentif yang didapatkan Rp300 ribu.

Sedangkan perubahan insentif sekarang ini, tujuh trip mendapatkan Rp45 ribu. Sebelas trip Rp55 ribu dan 15 trip Rp65 ribu. Kebijakan perusahaan yang secara sepihak ini mengakibatkan omzet driver mengalami penurunan, sementara target yang diberikan semakin tinggi. “Kita juga meminta PT. Gojek tidak lagi rekrutmen driver,” jelasnya.
Siswono mengimbau para driver tidak anarkis sambil menunggu keputusan dari pimpinan PT. Gojek Indonesia. “Kita tunggu keputusanya, dan kawan-kawan jangan anarkis,” imbuhnya.

Dia juga mengimbau para driver yang tidak ikut aksi untuk  berpartisipasi mendukung mereka. Pihaknya akan terus memantau kegiatan para driver yang masih mencari poin. Driver Gocar yang masih beroperasi dipersilahkan mengaktifkan aplikasi, tetapi diimbau tidak mengambil poin. “Imbauan kawan driver Gocar boleh mengaktifkan aplikasi, tapi jangan mengambil poin,” pesan Siswono.

 

Laporan: Andi Ridwansyah

Editor: Arman Hairiadi